Evaluasi Karya dan Pleno Pegiat Komsos Keuskupan Bogor 

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Menindaklanjuti kegiatan pelatihan bidang komunikasi sosial yang telah digelar pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor bekerjasama dengan Seksi Komsos Paroki Santo Joannes Baptista, Parung dan Universitas Multimedia Nusantara menggelar kegiatan evaluasi karya dan monitoring hasil pelatihan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 di Aula Magnificat Lantai 4 Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan anggota seksi komsos paroki-paroki yang berada di Keuskupan Bogor. RD Yustinus Joned Saputra selaku Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor yang turut hadir pada hari ini menyampaikan dalam sambutannya bahwa perlu jalan bersama dalam menjalankan karya pastoral di bidang komunikasi sosial. Dalam pertemuan hari ini, diharapkan para pegiat komsos di paroki dapat terus menjalani karya pelayanan di paroki dengan penuh semangat dan dedikasi. Pastor Joned turut menegaskan kepada peserta yang hadir bahwa perlu adanya evaluasi diri untuk melalui proses perkembangan ke arah yang lebih baik khususnya dalam karya pelayanan di bidang komunikasi sosial. 

Maria Advenita, salah satu narasumber pelatihan dari Universitas Multimedia Nusantara yang turut hadir dalam kegiatan hari ini mengapresiasi para pegiat komsos yang telah menjalani pelatihan. Ia pun turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas keikutsertaan para peserta dalam kelas pelatihan serta berharap agar pelatihan yang didapatkan dapat mendukung karya tugas pelayanan di bidang komunikasi sosial. 

Evaluasi Karya 

Dalam sesi evaluasi karya, disampaikan evaluasi dan masukan terhadap karya yang telah dikumpulkan kepada panitia. Karya-karya yang dikumpulkan adalah karya di bidang penulisan, desain grafis, fotografi dan media sosial. 

Para narasumber yang hadir memotivasi peserta yang mengumpulkan karyanya untuk terus berlatih meningkatkan kemampuannya di bidang masing-masing. 

Pleno Akhir Tahun

Usai evaluasi karya dan monitoring hasil pelatihan, dilaksanakan pleno akhir tahun yang membahas tentang arah pastoral bidang komunikasi sosial bagi para ketua dan anggota seksi komsos paroki-paroki di Keuskupan Bogor. 

Pastor Joned mengawali dengan mengatakan bahwa komsos haruslah digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan bersama. Pegiat komsos perlu saling berbagi ilmu dan pengalaman untuk bisa jalan bersama dalam karya pelayanan komsos. 

Lebih lanjut, Pastor Dekan Dekanat Tengah Keuskupan Bogor tersebut pun menyampaikan beberapa arahan pastoralnya dalam karya di bidang komunikasi sosial pada tahun 2023 mendatang yang merujuk pada Tema Tahun Pastoral Keuskupan Bogor yang bertema “Gereja Sinodal Berkatekese”. Para pegiat komsos di paroki, diharapkan dapat membuat konten-konten katekese dan apologetika untuk mengisi linimasa platform media sosial di paroki. 

“Berkatekese apologetika menjadi hal yang sangat penting yang perlu dibagikan ke media sosial yang kita miliki,” tutur Pastor Paroki Santo Joannes Baptista, Parung tersebut. 

Penggunaan istilah katekese dan apologetika memiliki perbedaan baik dalam istilah dan artinya serta kapan harus digunakan. Katekese mengacu pada ajaran Gereja Katolik. Sedangkan apologetika adalah sistem argumen yang beralasan dalam membela ajaran Katolik. 

Fokus Pastoral Komsos

Masih dalam sesi pleno, Pastor Joned menyampaikan terkait fokus pastoral komsos yaitu:

  1. Kemandirian Finansial melalui perubahan mindset tentang media, membuat program dan menghasilkan karya untuk pengembangan pastoral
  2. Kerjasama internal dan eksternal yaitu membuka peluang kerjasama kolaboratif seluas-luasnya dalam bidang pengembangan kompetensi
  3. Keterlibatan orang muda dengan menganimasi orang muda dalam karya pastoral sebagai mitra komsos
  4. Kelengkapan organisasi dan tata kelola dengan melengkapi dan memperkuat organ komsos di level paroki
  5. Ketersediaan dokumentasi yaitu mendokumentasi dalam bentuk arsip semua tulisan, foto dan video di paroki-paroki 

Misa Penutup 

Kegiatan evaluasi karya dan pleno akhir tahun ditutup dengan Misa yang dipimpin oleh Pastor Joned. Dalam homili yang disampaikan, Ia mengatakan bahwa pada prinsipnya komsos adalah corong Gereja. Maka menjadi pegiat komsos tidak boleh memegahkan diri. Pelayanan menjadi pegiat komsos adalah menjawab panggilan Allah, apabila mendapatkan batu sandungan dalam menjalankan pelayanan maka itu menjadi sarana dalam memurnikan diri. 

“Lalu apakah upahku? Maka upahku adalah memberitakan Injil,” Tegas Pastor Joned. Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa Gereja berciri khas misi. Pegiat komsos diajak untuk masuk ke dalam wilayah misi untuk menjadi corong pewartaan Gereja. 

2 thoughts on “Evaluasi Karya dan Pleno Pegiat Komsos Keuskupan Bogor 

  1. Noeg says:

    Komsos perlu melibatkan umat Paroki dalam hal inisiatif peliputan berita dan informasi. Contoh sederhananya : Umat menginformasikan jika ada kegiatan atau kejadian penting dan mengirimkan Laporan tertulis disertai foto2 yg mendukung, dg struktur kontent, gaya berita dan angle foto yg ssi kaidah jurnalistik (boleh jadi ada pelatihan liputan jurnalistik bagi awam).
    Jadi tidak perlu ada team komsos yg harus hadir jika memang sedang berhalangan atau tidak mengetahui kejadiannya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!