Memaklumkan Ekspektasi

Selasa, 3 Oktober 2023, Pekan Biasa XXVI

Bacaan I                      : Za 8:20-23

Mazmur Tanggapan    : Mzm 87:1-3.4-5.6-7

Bait Pengantar Injil     : Mrk 10:45

Bacaan Injil                 : Luk 9:51-56

            Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus, William Shakespeare pernah berpendapat, “ekspektasi adalah akar dari segala sakit hati”. Hal ini tentu menarik perhatian karena ekspektasi menjadi salah satu bagian hidup sehari-hari. Cara kita mengendalikannya merupakan salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan menuju kesenangan, kebahagiaan, bahkan menuju Tuhan sendiri. Terdapat kebingungan dalam bagaimana ekspektasi bekerja sesungguhnya, bagaimana menggunakannya, dan di atas segalanya untuk tidak ter sakiti olehnya.

            Perlu kita sadari ekspektasi yang acapkali kita patrikan untuk diri sendiri saja sudah tinggi dan sering menjadi sumber kejatuhan. Lalu bagaimana dengan ekspektasi yang kita sematkan kepada orang lain? Yesus Kristus, pada Sabda-Nya hari ini telah mengingatkan kita bersama bahwa ekspektasi adalah tanggung jawab yang kita buat atas nama diri sendiri. Hal ini tidak secara otomatis menjadi tujuan orang lain hanya karena kita berharap atas mereka. Sama seperti apa yang dialami oleh Yesus dalam Injil hari ini. Ia berharap bahwa Ia dapat beristirahat dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem namun ternyata ia mengalami penolakan, dari orang-orang yang juga menjadi tujuan keselamatan-Nya yang agung. Ini adalah juga salah satu bentuk pengorbanan dari sebuah pelayanan kasih yang tulus. Kita pula percaya bahwa mereka pun telah diselamatkan dalam nama kasih dan pengorbanan Tuhan.

            Semoga kita bersama dapat memaklumkan segala apa pun yang kita lakukan atas nama kebaikan bersama dan penyelenggaraan kemuliaan Tuhan dalam kegiatan-kegiatan kasih yang kita lakukan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa pada dasarnya ekspektasi adalah awal dari tindakan kasih bukan akhir dari kekecewaan dan patah hati.

Fr. Ignatius Kristian Nugroho – Frater Filosofan Tingkat I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses