Bekal dalam Perutusan

Loading

Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Mzm. 19:8,9,10,11; Luk. 10:1-12.

            Saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Sabda Allah seperti air hidup yang tinggal diantara kita. Bacaan pertama menegaskan bahwa pada saat itu Nabi Ezra membacakan kitab Taurat kepada Israel. Baik laki-laki maupun perempuan, berdiri dan mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan. Bahkan diantara mereka sampai ada yang menangis mendengar Taurat Tuhan.

            Setelah itu, Nabi Ezra mengatakan kepada mereka jangan berdukacita dan menangis, melainkan pergilah kepada orang yang tidak punya apa-apa. Bacaan Injil kembali menegaskan juga bahwa setelah para murid mendapatkan pengajaran dari Yesus, mereka diutus untuk pergi kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Berdasarkan dua bacaan ini, kita bisa mengambil suatu nilai yang berharga bahwa ketika mendengar sabda Tuhan, kita sebenarnya diutus untuk melayani sesama.

            Apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dari kita setelah mendengarkan Sabda-Nya? Yaitu menjadi garam di tengah dunia. Yesus tidak ingin sabda-Nya hanya tinggal di satu manusia, tetapi bagi semua orang. Sabda bagaikan air hidup yang mengaliri semua orang, bukan orang-orang tertentu. Perutusan kita sudah jelas, bahwa Sabda itu membawa kehidupan bagi semua orang. Oleh karena belas kasih Allah, kita tidak perlu memikirkan apapun untuk melayani sesama kita yang membutuhkan pertolongan Tuhan.

            Kita perlu menyadari ketika setelah misa dan berkat penutup, imam mengucapkan, “Pergilah, misa sudah selesai” Arti kata pergilah bukan semata-mata pergi untuk pulang, melainkan ucapan perutusan untuk mewartakan sabda Allah melalui tindakan dalam kasih. Kita semua sudah diutus, lakukankanlah perutusan tersebut sesuai dengan profesi, tanggung jawab, dan jabatan kita masing-masing. Sebab selain mewartakan Sabda Allah, kita juga diutus untuk menjadi kudus, sama seperti Allah yang adalah kudus. Tuhan Memberkati.

Fr Mateus Elbert Biliyandi

Skolastikat tingkat 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks