Rekoleksi dan Pembinaan Karakter Bina Iman Katolik SMP Mardi Yuana Cilegon
Dalam menyambut Tahun Yubileum 2025, SMP Mardi Yuana Cilegon mengadakan Rekoleksi yang bertempat di Wisma Canossa, Bintaro, Tangerang Selatan pada 26-27 Maret 2025. Kegiatan ini sangat istimewa karena dibuka oleh Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Banten Bapak Pormadi Simbolon, S.S., M Fil. Dalam sambutannya, Bapak Pormadi menyampaikan tentang persaudaraan, kasih dan pengharapan serta mewujudkannya, contoh nyatanya adalah bagaimana interaksi saat kehadiran Bapa Paus Fransiskus yang dalam kunjungannya ke Indonesia bersama Imam Besar Masjid Istiqlal yang kini menjabat Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Profesor Dr. Nasaruddin Umar, MA.
Pada kesempatan tersebut dua tokoh lintas agama yang menunjukkan persaudaraan yang luar biasa. Dehumanisasi dan juga Ekologi menjadi tantangan nyata bagi umat manusia semoga melalui rekoleksi ini para siswa SMP Mardi Yuana Cilegon memiliki kasih dan pengharapan sehingga tantangan dunia nyata dan global dapat diselaraskan dengan peningkatkan karakter siswa yang dipupuk sejak dini.


Rekoleksi hari ke-2 disi oleh Kepala Perwakilan Mardi Yuana Cilegon RD. Irwan Sinurat, M. Hum. dan puncaknya Ketua Pengurus Yayasan Mardi Yuana RD. Stefanus Sri Haryono Putro, S.S. Romo Irwan mengajak para peserta untuk mengenal lebih dalam mengenai Kitab Suci Perjanjian Baru.
Dengan penyampaian yang ringan dan mendalam serta penugasan kelompok berupa drama, para peserta diminta untuk menampilkan satu perumpamaan yang ada dalam Kitab Suci dan melibatkan peserta rekoleksi agar menunjukkan kemampuan yang terbaik. Tujuannya adalah peserta rekoleksi mampu mengenal lebih dalam perumpamaan-perumpamaan dengan model kekinian yaitu Model Pembelajaran Deep Learning.


Romo Hary menyampaikan sekilas sejarah Mardi Yuana dan Sekolah Mardi Yuana itu ada dimana saja. Mulai dari Rangkasbitung – Labuan, Serang, Cilegon, Depok, Bogor, Cicurug, Cibadak, Sukabumi, Cikembar, Bojonglopang, Cianjur dan Cipanas.
Disamping itu juga para Siswa diminta untuk mengenal diri dan mengembangkan potensi-potensi diri agar jadi berkat untuk orang lain. Para siswa juga dihimbau jangan mudah menyerah; jangan mudah mencela; jangan merundung; tingkatkan persaudaraan kasih dan cinta alam dan sesama. Juga hormat dan mencintai orang tua. Menjadi anak-anak yang membanggakan dan berguna bagi orang tua, sekolah dan masyarakat.


Kegiatan Rekoleksi ditutup dengan Misa oleh Romo Hary dan Romo Irwan, dalam homilinya romo Hary menyampaikan bagaimana awal panggilan imamat beliau dari masa remaja bersama teman sepermainan dan bagaimana benih-benih panggilan mulai muncul dan berpegang teguh terhadap panggilan dan kasih. Kegiatan retret ini juga sangat bagus dan bisa melihat kembali perjalanan para siswa serta mundur sesaat kebelakang untuk menatap masa yang akan datang dengan mantap. Setelah selesai perayaan ekaristi, para siswa berjiarah Porta Sancta ke gereja St. Mateus Bintaro, Tangerang Selatan. (Aries Sasongko)



Suatu kegiatan yg sangat bagus…👍
Semoga selalu rutin ya