KEUSKUPANBOGOR.ORG- Perbedaan bukanlah halangan dalam menjalin silaturahmi. Merawat kerukunan di tengah perbedaan adalah tugas bersama demi mewujudkan situasi yang aman, nyaman dan ramah bagi semua orang. Gereja Keuskupan Bogor hadir di tengah kemajemukan masyarakat untuk memberikan aksi nyata dalam menjaga kerukunan antar agama dan membuktikan bahwa persaudaraan tidak terhalang oleh perbedaan.
Setiap tahun, perayaan Idul Fitri menjadi sebuah momentum bagi Mgr Paskalis Bruno Syukur selaku Uskup Keuskupan Bogor untuk bersilaturahmi dengan Tokoh-tokoh Muslim dan Tokoh-tokoh Pemerintahan di Kota Bogor. Pada hari Senin, 31 Maret 2025 Monsinyur Paskalis beserta para Staf Keuskupan Bogor, Pastor Paroki BMV Katedral, Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Sukasari, Pastor Ketua Komisi HAAK, para suster dari kongregasi FMM, RGS, SFS dan aktivis gereja bersama-sama melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman tokoh-tokoh Muslim dan pemerintahan di Kota Bogor. Tentunya kegiatan ini memiliki misi penting yaitu untuk merawat persaudaraan sejati serta merajut simpul kuat toleransi dengan mereka yang memiliki keyakinan berbeda.

Hal ini juga merupakan upaya yang dilakukan oleh Gereja Katolik Keuskupan Bogor dalam merawat kerukunan antar umat beragama lewat jalinan persahabatan serta tindakan nyata melalui kehadiran di tengah segala lapisan masyarakat tanpa menjadikan perbedaan sebagai sekat penghalang khususnya di Kota Bogor.
Tokoh Pemerintahan dan Tokoh Muslim di Kota Bogor
Destinasi pertama yang dituju adalah Rumah Dinas Walikota Bogor yang baru terpilih yaitu Bapak Dedie Abdu Rachim, MA yang terletak di Jl. Raya Pajajaran, Kota Bogor. Dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Bogor yaitu Bapak Jenal Mutaqin, SH, turut hadir menyapa kedatangan Monsinyur Paskalis dan rombongan.

Usai kunjungan di rumah dinas Walikota Bogor, Monsinyur Paskalis beserta rombongan menuju ke Yayasan Islamic Center Raudhotun Nur yang berlokasi di daerah Cijahe, Bogor Barat. Di tempat ini, Habib Novel Alaydrus menyambut dengan hangat kedatangan Monsinyur Paskalis beserta rombongan yang hadir di kediamannya.

Kemudian perjalanan kunjungan silaturahmi pun dilanjutkan dengan mendatangi rumah kediaman KH. Zaenal Abidin selaku Ketua Badan Sosial Lintas Agama (Basolia). Dalam kunjungan ini, topik yang dibahas adalah terkait dengan toleransi di Kota Bogor yang terus menerus dirawat dan dijaga.

Perjalanan kunjungan silaturahmi Idul Fitri ditutup dengan mengunjungi kediaman Bapak Bima Arya Sugiarto yang merupakan Wakil Menteri Dalam Negeri. Persahabatan antara Monsinyur Paskalis dan Bapak Bima Arya telah terjalin semenjak Bapak Bima Arya menjadi Walikota Bogor periode 2014-2019 & 2019-2024.

Menjauhkan Diri Dari Permusuhan dan Kebencian
Seperti yang ditegaskan oleh Paus Fransiskus dalam Dokumen Tentang Persaudaraan Manusia Untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Beragama, atau dikenal juga dengan Dokumen Abu Dhabi, yang mengatakan bahwa iman kepada Allah mempersatukan dan tidak memecah belah.Iman itu mendekatkan kita, kendatipun ada berbagai macam perbedaan, dan menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian.

Melalui rangkaian kunjungan silaturahmi di Hari Raya Idul Fitri ini menggambarkan bahwa kerukunan umat beragama dapat terwujud melalui jalinan persahabatan yang terus menerus dipupuk dan dirawat dengan upaya-upaya terbaik.

Melalui kegiatan ini pula, Monsinyur Paskalis selaku Pemimpin umat Katolik di Keuskupan Bogor memberikan sebuah pesan kepada seluruh umat Katolik bahwa iman dapat turut diwujudkan dengan menghargai perbedaan dan menghormati sesama tanpa memandang agama ataupun latar belakangnya.




