Hari ini tanggal 13 Juli 2025, bertepatan dengan tanggal peresmian gedung gereja Hati Kudus Yesus Paroki Jonggol, 6 tahun yang lalu, dilaksanakan perayaan meriah untuk memperingati hari jadinya.
Wilayah 2 yang berkesempatan menjadi panitia peringatan tahun ini sudah berupaya mempersiapkannya dengan baik dengan mengusung tema “Yang Muda Berbangga Yang Tua Ceria” dengan tidak lupa mensinergikan dengan perayaan tahun Yubilium biasa 2025 yang bertema “Peziarah Pengharapan” serta reksa Pastoral Keuskupan Bogor 2025 yang menekankan pada pemberdayaan omk dan lansia.
Kegiatan-kegiatan tahun ke 6 paroki pun seperti pelatihan (dirigen), seminar (mariologi), aneka perlombaan (membaca kitab suci, menghias altar, menghias tumpeng) , dan bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, pelatihan pembuatan eco enzym, senam ceria bersama dan juga kegiatan lainnya sudah terlaksana dengan baik. Pastur Dominiko Savio Tukiyo dan Pak Toko (Hasthaka Bawa Kuncara) sebagai ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat yang telah mendukung terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dan selalu berharap kesuksesan untuk kegiatan gereja selanjutnya.
Sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan, setelah Misa syukur pada Minggu Biasa ke XV yang dipersembahkan oleh
Vikjen RD Yohanes Suparta dengan konselebran Pastur Paroki RD Dominikus Savio Tukiyo beserta Vikaris RD Paulus Pera Arif Sugandi dilaksanakan pentas seni diantaranya drama musikalitas OMK dan penampilan angklung komunitas angklung HKY yang sebagian besar anggotanya adalah lansia, diselingi dengan santap nasi tumpeng bersama umat.
LEX CREDENDI, LEX ORANDI, LEX VIVENDI
Dalam khotbah homili Vikjen menyampaikan istilah dalam bahasa Yunani atau Latin, yaitu Lex credendi, orandi dan Vivendi. Lex berarti aturan, hukum, atau tata. Credendi (credere)berarti iman, orandi (orare) berarti doa, dan vivendi (Vivere) berarti perbuatan.
Seperti inti bacaan pertama dan Injill ( Lukas 10:25-37) bahwa iman dekat dengan hatimu dan mulutmu maka lakukanlah (dengan perbuatan). Yesus mengatakan kerajaan Allah dekat denganmu maka lakukanlah. Apa yang diimani diungkapkan dalam doa dan diwujudkan dalam hidup atau perbuatan kita.
Gambaran tentang orang Samaria yang notabene manusia dari golongan sangat rendah namun baik hati, adalah gambaran tentang Allah sendiri yang baik hati, mengasihi dan menyelamatkan. Itulah yang kita imani. (percayai). Dia hadir, menghampiri, dan memberi pertolongan.
Setiap perjumpaan kita dengan orang lain, bukan sekedar perjumpaan sosiologis, antropologis, maupun psikologis, namun adalah perjumpaan dengan Allah sendiri.
Orang lain menjadi bentuk kehadiran Allah sendiri. Walaupun kepedulian kita tidak.melulu soal materi tapi bisa sebuah penghargaan akan pribadi. Allah hadir menyapa kita untuk meneguhkan atau menyembuhkan kita.
Maka yang diperlukan adalah langkah awal, kita mau memilih untuk berhenti dan menghampiri, kita keluar dari diri kita seperti Allah yang keluar dari keAllahanya untuk datang dan menghampiri.
Kalau kita datang ke gereja sebagai rutinitas tanpa mau diam dan berhenti dan menghampiri kita tidak akan punya pengalaman iman, tidak akan mendapatkan apa-apa.
Perjumpaan dengan orang lain tidak akan menjadi sesuatu apabila kita tetap diam dalam keegoisan, kesombongan, kenyamanan diri sendiri, tanpa mau peduli dan mau saling diteguhkan dan disembuhkan.
Pengalaman iman Vikjen pun menjadi contoh nyata ketika beliau merasa tak sanggup ketika harus mengganti tugas Romo lain untuk kunjungan karikatif. Tiba di kunjungan terakhir di hari itu ke seorang ibu dengan penderitaan yang sangat berat ( 32 tahun merawat anaknya yang cacat dan sakit gula parah, sehingga tidak bisa melakukan apa pun kemudian si ibu ditinggal nikah suami) dan si ibu bertanya bagaimana iman saya diteguhkan menghadapi penderitaan ini. Dihadapi dengan situasi ini Vikjen berkata sayalah yang sedang ibu teguhkan. Karena dalam kondisi seperti ini si ibu tetap latihan koor dan ikut dalam kegiatan gereja.
=================
Liputan komsos HKY Jonggol
Fransiska Fajariani
Dokumentasi Teddy P, Ardo,Rendy, Trudy







