KEUSKUPANBOGOR – Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Bogor resmi memulai pembekalan bagi para Animator Teens School of Mission (TSOM) pada Minggu, 9 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan para pendamping remaja Katolik yang akan berperan penting dalam program TSOM Keuskupan Bogor.
Pembekalan ini merupakan bagian dari proses pendampingan misioner jangka panjang yang berlangsung selama dua tahun. Para animator terpilih yang diutus oleh paroki masing-masing akan mengikuti enam kali pertemuan pembekalan, yang dilaksanakan setiap Minggu pukul 15.00 – 16.30 WIB, mulai pertengahan November hingga pertengahan Desember 2025. Lima pertemuan pertama dilaksanakan secara daring, sementara pertemuan penutup akan digelar secara luring di Pusat Pastoral Keuskupan Bogor.
Menyiapkan Pendamping yang Siap Diutus
Setiap paroki di Keuskupan Bogor mengutus dua orang animator untuk mengikuti program ini. Mereka berasal dari kalangan animator SEKAMI aktif, berusia antara 20–40 tahun, serta telah mendapatkan rekomendasi langsung dari Pastor Paroki. Para animator diharapkan memiliki semangat misioner, kedisiplinan, dan kemampuan untuk menjadi teladan bagi remaja, sekaligus bersedia mendampingi remaja TSOM selama dua tahun ke depan.
Dalam pembekalan ini, peserta diperkenalkan dengan visi dan arah program TSOM, yaitu membentuk remaja Katolik yang cerdas, tangguh, gembira, dan misioner. Selain itu, para animator juga diajak memahami silabus umum pendampingan remaja TSOM, berlatih mempersiapkan materi pembinaan, dan menyusun strategi pendampingan di paroki masing-masing.
Pada sesi-sesi berikutnya, para animator akan memaparkan rancangan pendampingan mereka secara bergiliran, sehingga terbangun semangat kolaboratif antar-paroki. Pertemuan terakhir akan diisi dengan pengenalan proses seleksi remaja TSOM, yang akan menjadi tanggung jawab langsung para animator.
“Sekolah Misi Remaja” untuk Membangun Iman yang Hidup
Dalam sambutannya, RD Yosef Irianto Segu, selaku Direktur Diosesan (Dirdios) Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Bogor, menjelaskan makna dan semangat di balik program TSOM.
“TSOM adalah singkatan dari Teens School of Mission, yang dalam bahasa Indonesia berarti Sekolah Misi Remaja. Sekolah ini bermula dari Jambore Nasional SEKAMI 2018, dan menjadi wadah pembinaan bagi remaja Katolik agar bertumbuh dalam semangat misi Gereja,” ungkap Pastor Vikaris Paroki Santo Markus, Depok Timur tersebut.
Lebih lanjut, Romo Segu menjelaskan bahwa visi utama TSOM adalah “Remaja Katolik hidup dalam Kristus dengan cerdas, tangguh, gembira, dan misioner.”

Ia turut menegaskan enam misi TSOM, yakni:
- Mendampingi remaja Katolik secara intensif.
- Menanamkan nilai-nilai Kristus sebagai wujud hidup dalam Kristus.
- Menumbuhkembangkan kegembiraan Kristiani dalam diri remaja.
- Melatih kreativitas serta kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.
- Membimbing remaja agar mengimani Kristus dengan tangguh.
- Membentuk remaja yang siap mewartakan Injil melalui kesaksian hidup sehari-hari, dalam semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian) serta children helping children, dengan keterlibatan aktif dalam karya pelayanan Gereja.
“Melalui TSOM, kita menyiapkan generasi muda Gereja yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi sungguh menghidupi imannya dalam karya dan kesaksian,” tambahnya.
Komitmen dan Tanggung Jawab
Menjadi Animator TSOM bukan hanya soal mendampingi kegiatan, tetapi juga menjalani panggilan misi sebagai pendamping iman remaja. Karena itu, setiap animator wajib hadir dalam seluruh rangkaian kegiatan, baik di tingkat paroki maupun keuskupan. Mereka juga diminta mengisi laporan bulanan serta membuat refleksi setiap pertemuan keuskupan, sebagai bagian dari proses formasi diri dan penilaian.
Para animator yang menunjukkan komitmen dan semangat pelayanan akan mendapat kesempatan menjadi pendamping TSOM tingkat keuskupan, yang berperan dalam koordinasi dan pembinaan lintas paroki. Sebaliknya, peserta yang tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dapat dinyatakan mengundurkan diri dari program.
Menghidupi Semangat Misioner
Melalui pembekalan ini, KMKI Keuskupan Bogor berharap para animator dapat menjadi rekan seperjalanan bagi remaja TSOM, membantu mereka bertumbuh dalam iman dan misi Gereja. Seperti disampaikan dalam dokumen pembekalan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama dan keseriusan para pendamping dalam menghidupi semangat misioner.
Kegiatan pembekalan Animator TSOM menandai dimulainya rangkaian pendampingan TSOM Keuskupan Bogor. Dengan semangat “Remaja Katolik Hidup dalam Kristus: Cerdas, Tangguh, Gembira, dan Misioner,” para animator diharapkan menjadi pribadi yang siap diutus untuk menuntun generasi muda Katolik menjalani panggilannya sebagai pewarta kasih Kristus di tengah dunia.


Selamat bermisi