KEUSKUPANBOGOR.ORG – Pada hari Minggu, 28 Desember 2025, Keuskupan Bogor menggelar Perayaan Ekaristi Penutupan Tahun Yubileum di Gereja Paroki BMV Katedral, Bogor. Perayaan ini menjadi puncak dari rangkaian perayaan Tahun Yubileum yang telah dijalani umat beriman di Keuskupan Bogor sebagai masa rahmat, pembaruan iman, dan pendalaman hidup rohani.
Tahun Yubileum dirayakan sebagai waktu khusus untuk pertobatan, rekonsiliasi, dan pembaruan relasi dengan Allah serta sesama. Dalam Tahun Yubileum, umat diajak untuk kembali pada dasar iman, memperdalam semangat pengharapan, dan memperkuat komitmen hidup sebagai murid Kristus di tengah dunia.
Sepanjang Tahun Yubileum, Keuskupan Bogor mengajak umat untuk menghayati nilai-nilai pengampunan, belas kasih, dan solidaritas melalui berbagai kegiatan rohani dan pastoral. Perayaan Ekaristi Penutupan ini menjadi momen syukur atas rahmat yang telah diterima, sekaligus peneguhan untuk melanjutkan buah-buah Yubileum dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Perayaan Ekaristi yang dilaksanakan bertepatan dengan Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria dan Yusuf ini dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam homili yang disampaikan, Monsinyur Paskalis menyampaikan bahwa Perayaan Ekaristi pada hari ini dikhususkan untuk merefleksikan kembali langkah perjalanan selama Tahun Yubileum.
Keluarga Sebagai Subjek Misi
“Pada hari ini yang juga bertepatan dengan Pesta Keluarga Kudus Nazareth, kita diingatkan untuk menaruh pengharapan kepada Tuhan karena pengharapan tidak pernah mengecewakan. Keluarga Kudus Nazareth merupakan teladan yang dapat kita contoh bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dalam apapun keadaan yang kita jalani,” tutur Uskup Keuskupan Bogor tersebut
Lebih lanjut, Monsinyur Paskalis mengatakan bahwa keluarga adalah subjek misi yang kita fokuskan. Maka kenakanlah kelemahlembutan, cinta kasih dan kepedulian kepada keluarga. Keluarga yang didasarkan dari cinta kasih adalah pijakan pertama sinodalitas dimulai. Kita menutup Tahun Yubileum 2025, tapi secara khusus di Gereja Keuskupan Bogor Monsinyur Paskalis menetapkan untuk memberi perhatian pada tema : Membangun Keluarga Sinodal yang Menciptakan Misi Pengharapan dan Perdamaian.

“Saya mengajak kita sekalian di tahun 2026 kita terus membangun keluarga Sinodal yang menciptakan misi pengharapan dan perdamaian. Sebagai kompas perjalanan kita, kita bisa memandang Keluarga Kudus Nazareth sebagai teladan dalam menjalani hidup berkeluarga. Keluarga Kudus adalah keluarga yang bermisi membawa pengharapan dan perdamaian. Semangat perdamaian juga dapat diperlihatkan dalam tindakan hidup sehari-hari,” tegasnya.
Pada akhirnya, Monsinyur Paskalis menyampaikan harapannya agar kita semua mau diutus dan menjadi pewarta bagi sesama. Mari kita memasuki tahun 2026 dengan meneladani Keluarga Kudus Nazareth. Jadikan Keuskupan Bogor menjadi tempat penuh pengharapan dan memiliki semangat misioner.
Prosesi Penutupan Tahun Yubileum 2025
Sebelum berkat penutup dilaksanakan prosesi penutupan Tahun Yubileum 2025 dan Pembukaan Tahun Pastoral 2026 Keuskupan Bogor. Dalam prosesi ini, Madah Te Deum dilantunkan oleh kor dan umat sebagai ungkapan syukur, disusul dengan pemukulan gong oleh Bapak Uskup sebagai tanda simbolis berakhirnya Tahun Yubileum 2025 dan dimulainya Tahun Pastoral 2026.

Tahun 2026 akan difokuskan pada keluarga sebagai subjek dan pelaku utama perutusan Gereja.Umat diajak membangun keluarga-keluarga sinodal yaitu keluarga yang berjalan bersama, berakar dalam Kristus, menjadi sumber pengharapan, dan pembawa perdamaian di tengah Gereja dan masyarakat. Setiap keluarga dipanggil menjadi unit misi, tempat iman dihidupi, Injil diwartakan, dan kasih Allah dihadirkan secara nyata.

Dalam semangat Evangelii Nuntiandi dan Evangelii Gaudium, umat diajak melangkah bersama sebagai Gereja yang bermisi, Gereja yang hidup, dan Gereja yang menghadirkan sukacita Injil melalui keluarga-keluarga Kristiani. Penutupan Tahun Yubileum ini menegaskan bahwa semangat Yubileum tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan terus dihidupi dalam sikap hidup sehari-hari. Keuskupan Bogor berharap nilai-nilai Yubileum yaitu pertobatan, pengharapan, dan kasih menjadi dasar dalam setiap karya pastoral dan pelayanan Gereja ke depan.









