KEUSKUPANBOGOR.ORG — Semangat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama kembali diteguhkan melalui kegiatan Bhakti Lintas Agama yang diselenggarakan di MAN 1 Kota Bogor, Senin (12/1). Mengusung tema “Merekatkan Bangsa dari Bogor untuk Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang menghadirkan harapan, dialog, serta kerja bersama demi kebaikan bersama (bonum commune).
Kegiatan ini mempertemukan para pemuka agama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, pelajar, pemuda, relawan, serta warga Kota Bogor dari beragam latar belakang iman. Bhakti Lintas Agama menjadi wadah kebersamaan untuk membangun dialog kebangsaan, melakukan aksi sosial, dan menghadirkan pelayanan kemanusiaan tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Berbagai kegiatan sosial dan budaya mewarnai Bhakti Lintas Agama ini, antara lain doa bersama lintas agama, ceramah kebangsaan, aksi bersih-bersih rumah ibadah, pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, pentas seni budaya lintas agama, serta bazar UMKM masyarakat. Seluruh rangkaian tersebut menjadi ungkapan konkret kasih yang tidak berhenti pada wacana, tetapi nyata dirasakan oleh sesama.
Ketua Panitia Bhakti Lintas Agama, H. Dede Supriatna, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen bersama dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat persatuan.

“Perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menolong dan bekerja bersama. Bhakti Lintas Agama adalah simbol bahwa persatuan dan kepedulian merupakan nilai universal,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk terus menghidupi sikap saling menghormati, gotong royong, dan empati sosial.
“Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat persatuan bangsa dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, M.A., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Bogor sebagai kota majemuk memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan. Menurutnya, Kota Bogor adalah rumah bersama bagi seluruh warganya tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Dalam konteks Bhakti Lintas Agama, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata praktik toleransi yang membumi. Kolaborasi lintas agama diwujudkan melalui doa bersama, aksi sosial, hingga pertunjukan seni, yang sekaligus menjadi sarana mempererat rasa kekeluargaan antarumat beragama.

Ia pun berharap semangat toleransi yang tercermin dalam kegiatan ini dapat terus dihidupi dan ditularkan, terutama kepada generasi muda. Menurutnya, masa depan Kota Bogor dan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam merawat keberagaman.
Dalam kegiatan ini pula, dilakukan penandatanganan deklarasi komitmen bersama menjaga kerukunan yang ditandatangani oleh jajaran pemerintah Kota Bogor dan tokoh lintas agama.

Bagi Gereja Katolik, keterlibatan dalam kegiatan lintas agama merupakan bagian dari panggilan untuk menghadirkan wajah Gereja yang terbuka, dialogis, dan solider. Gereja dipanggil untuk menjadi sahabat bagi semua orang, membangun jembatan di tengah perbedaan, serta menghadirkan damai di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui Bhakti Lintas Agama ini, Kota Bogor kembali diteguhkan sebagai ruang hidup bersama yang rukun, damai, dan saling menopang. Dari Bogor, pesan persaudaraan itu diwartakan kepada Indonesia yaitu bahwa bangsa ini hanya dapat bertumbuh bila setiap warganya bersedia saling menerima, saling menjaga, dan saling melayani dalam kasih.















