KEUSKUPANBOGOR.ORG – Perjalanan panggilan RD Antonius Dwi Harjanto sebagai seorang Pastor telah menginjak usianya yang ke tiga puluh tahun. Tentunya ini adalah sebuah perjalanan panjang, namun senantiasa dijalani dengan sukacita olehnya. Untuk itu, sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan imamatnya ini, Pastor Paroki Santo Ignatius Loyola, Semplak tersebut merayakan hari ulang tahun tahbisan presbiterat yang ketiga puluh pada hari Selasa, 11 Juli 2024 yang bertepatan dengan Peringatan Wajib Santo Barnabas.
Perayaan Ekaristi dirayakan secara konselebrasi dipimpin oleh Uskup Keuskupan Bogor, yaitu Mgr Paskalis Bruno Syukur bersama para Pastor Diosesan Keuskupan Bogor.


Pastor Anton yang tengah berbahagia atas ulang tahun tahbisan presbiteratnya yang ke tiga puluh menyampaikan bahwa dirinya bangga menjadi seorang Pastor Katolik di Keuskupan Bogor. Ia pun menyampaikan bahwa segala proses di dalam perjalan panggilannya baik suka maupun duka selalu Ia hadapi dengan rasa sukacita.
“Saya merasa bahagia dan bangga menjalani panggilan menjadi seorang Imam. Saya menikmati setiap proses dalam perjalanan menjadi seorang Imam bagi umat Katolik. Saya percaya sungguh bahwa Roh Allah senantiasa menaungi dan melindungi saya. Saya berani untuk terus maju meski harus menghadapi persoalan-persoalan di dalam hidup. Bagi saya, persoalan yang ada di dalam hidup adalah sebuah fase di dalam hidup yang membentuk kita untuk memiliki kedewasaan iman,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pastor Anton menyampaikan bahwa sebagai seorang Imam, dirinya hidup dalam persaudaraan dengan sesama Imam lainnya. Baginya, sangatlah penting untuk menjaga persaudaraan tersebut, karena kekuatan dari persaudaraan dengan seorang Imam sangatlah menguatkan ketika mengalami persoalan-persoalan di dalam kehidupan.
Sosok Pastor yang Setia
“Sosok Pastor Anton adalah sosok seorang Imam yang setia. Doakanlah Pastor Anton untuk tetap setia hingga akhir hayatnya,” tutur Yosep Sirilus Natet selaku Ketua Unio Keuskupan Bogor yang turut hadir.
Bagi Pastor Natet, Pastor Anton menggambarkan sosok Imam yang senantiasa setia dalam perjalanan imamatnya. Namun, perjalanan tersebut mestilah didukung dengan doa agar langkah Pastor Anton senantiasa disertai Tuhan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan perayaan-perayaan, serta ramah tamah antara Pastor yang hadir dan umat.






