Jangan Sia-siakan Darah Yesus di Salib

Dalam salib Yesus ada derita dan rasa sakit tetapi juga di dalamnya ada kesetiaan, ketaatan, kekuatan dan keselamatan

Renugan Harian
Jumat Agung
Jumat, 19 April 2019
Bacaan : Yes 52:13-53-12, Ibr 4:14-16.5:7-9, Yoh 18:1-19:42

Puncak penderitaan Yesus terjadi dalam peristiwa Salib yang kita rayakan hari ini dalam Jumat Agung. Kita tidak merayakan Jumat Dukacita, Jumat Sengsara atau Jumat Derita. Kata “Agung” dalam perayaan Jumat Agung hendak menekankan ukuran puncak dalam kasih, kurban, pengampunan, taat, setia, dan hidup yang agung dalam salib.

Derita dan rasa sakit umumnya kita hindari tetapi tidak demikian dengan Yesus. Ia hadapi seluruh rasa derita, sakit, sengsara, pengkhianatan, penghakiman, tuduhan, malu dan semua rasa yang melemahkan manusia bahkan hadapi ajal kematian sebagai titik puncak kelemahan manusia. Semua dijalani dalam ketaatan dan persatuan dengan Bapa. Ia tuntaskan kehendak Bapa.

Spiritualitas salib tidak main-main. Dalam salib ada sengsara, derita, bahkan hal-hal yang melemahkan manusia. Namun juga dalam salib ada kekuatan besar terpancar di dalamnya yaitu ketaatan, kesetiaan, kesabaran, kurban, harapan, kekuatan dan keselamatan. Jangan sia-siakan darah Yesus di kayu salib. Kita dipanggil menjadi abdi Yesus bukan hanya untuk selamat tetapi terlebih belajar taat dan bersatu dalam kehendak Bapa yang menuntun hidup kita.

Mari kita satukan seluruh peristiwa jalan salib kita dengan kekuatan dan kesatuan hidup dalam Yesus. Salam, ya Salib, harapanku yang utama. Amin.
RD David dan Antoni Purbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.