“Manut Wae, Ojo Ngeyel”

Yesus selalu mau hadir dan terlibat dalam perjalanan hidup manusia. Saat gagal dan tanpa harapan kehadiranNya memang kerap tidak kita kenali. Suara dan petunjukNya selalu membawa ketenangan dan hasil yang melebihi ekspetasi manusia.

Renungan Harian
Jumat, 26 April 2019
Oktaf Paskah
Bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 1-12; Yohanes 21: 1-14

Yesus yang bangkit kini menampakkan diri kepada murid-murid-Nya yang kembali ke pekerjaan awal mereka sebagai nelayan. Bagi mereka, Yesus sudah wafat. Mereka kembali kepada kehidupan lama. Bekerja keras mencari ikan tetapi tidak ada seekorpun yang didapat. Rasa lelah dan hidup yang kosong membuat mereka pun tidak sadar bahwa saat itu Yesus hadir bersama mereka.

Hidup kita pun tak selamanya indah. Kehadiran Allah yang menyertai lebih sulit disadari saat hidup terasa lelah ketika segala daya upaya telah dicurahkan. Butuh ketenangan batin untuk sadar bahwa di situ pun Allah menantikan saatnya untuk dilibatkan. Mata batin manusia akan dicelikkan saat manusia mau “nurut” pada sabda Allah. Para murid menebarkan jala sesuai perkataan Yesus; jala tidak koyak padahal ikan yang didapat begitu banyak. Demikianlah kurang lebih cara kerja Allah “tenang dan hasilnya menakjubkan”. Bukan hasilnya yang menjadi pusat perhatian, tetapi proses kemauan manusia untuk tunduk dan taat pada Allah. “Manut” pada Allah itu berat dan mungkin hati manusia pun akan “berdebat” dengan Allah.

Tuhan hadir dalam keseharian manusia lewat cara yang biasa tetapi hasil dan dayanma begitu luar biasa. Mari belajar untuk peka terhadap setiap sapaan Allah. Dia bisa menyapa lewat segala hal dan segala peristiwa.

Tuhan ajarlah aku untuk selalu melihat Engkau dan membawa Engkau terlibat dalam setiap karyaku sehingga akhirnya ku sadar bahwa Engkau besertaku. Amin

RD David

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.