Perayaan Puncak 25 Tahun Paroki Santo Matheus: Menjadi Terang Bagi Dunia, Mewujudkan Kasih Allah Dalam Kehidupan Bersama

KEUSKUPANBOGOR.ORGParoki Santo Matheus, Depok II Tengah, merayakan puncak hari ulang tahunnya yang ke-25 pada Minggu, 15 Juni 2025. Setelah sebelumnya berbagai kegiatan telah menyemarakan perjalanan ulang tahun seperti kirab misi ke lingkungan-lingkungan, berbagai perlombaan, serta kegiatan lainnya, akhirnya perayaan syukur dilaksanakan pada hari ini dan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur selaku Uskup Keuskupan Bogor, didampingi RD Petrus Jimmy Jackson Rampengan selaku Pastor Paroki, RD Agustinus Hardono selaku Pastor Dekan Dekanat Utara, para Pastor yang pernah melayani Paroki Santo Matheus, dan para Pastor yang tengah berkarya pastoral di Dekanat Utara Keuskupan Bogor.

Perayaan pada hari ini bertepatan dengan Hari Raya Tritunggal Mahakudus, maka Monsinyur Paskalis menekankan dalam homilinya mengenai makna iman akan Tritunggal Mahakudus.

“Mengimani bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga penerimaan dan kepasrahan bahwa meskipun tak dapat sepenuhnya dipahami, Tuhan sungguh menyelamatkan dan menjaga hidup manusia. Misteri Allah Tritunggal harus diberitakan, diwartakan, dan diwariskan,” tuturnya.

Monsinyur Paskalis juga mengimbau serta mengajak keluarga untuk saling memberkati satu sama lain dengan memberikan tanda salib, sebagai lambang perlindungan dan rahmat Tuhan. 

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia tersebut turut mengharapkan umat Paroki Santo Matheus belajar dari teladan Santo Matheus, yang hidup dekat dan melayani Yesus Kristus. Dalam Injilnya, peran Tritunggal tampak nyata saat Allah melibatkan Bapa, Putra, dan Roh Kudus untuk keselamatan manusia. Dengan iman inilah, Paroki Santo Matheus dapat menjadi saksi keselamatan di tengah masyarakat.

“Saya harap persekutuan Paroki Santo Matheus terus melangkah bersama, diberkati oleh Tritunggal Mahakudus, dan mampu menjadi cahaya dan garam bagi sesama, sesuai ajaran Kristus”, ujar Uskup kelahiran 17 Mei 1962 tersebut.

Usai penerimaan berkat penutup, Monsinyur Paskalis beserta para Pastor dan seluruh umat bersatu hati memanjatkan syukur dan doa bagi perjalanan 25 tahun Paroki Santo Matheus, untuk memohon rahmat, bimbingan, dan perlindungan Tuhan agar paroki terus bertumbuh, melayani, dan menjadi cahaya kasih Kristus di tengah masyarakat.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan sambutan dan penampilan-penampilan, yaitu dari Sigitkustik Band dan tarian pembuka Manuk Dadali yang ditarikan oleh para Lansia Simeon Hanna Paroki Santo Matheus.


Harapan Adalah Kekuatan

Bapak Fransiskus Sulis, selaku Ketua Panitia Perayaan 25 Tahun Paroki Santo Matheus, melaporkan rincian kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Paroki Santo Matheus memang merupakan satu dari empat paroki terkecil di Keuskupan Bogor, namun semangatnya tak kalah besar dari paroki-paroki lain. Dalam kesederhanaannya, Paroki Santo Matheus mampu menjadi cahaya dan kesaksian iman di tengah masyarakat.

Kemudian, Pastor Paroki Santo Matheus, RD Petrus Jimmy Jackson Rampengan, juga menyampaikan harapan bahwa peringatan perak ini menjadi momentum pertumbuhan iman dan pelayanan yang lebih luas. “Tema peringatan yaitu menjadi terang bagi dunia harus terus hidup di tengah umat, sehingga paroki mampu menjadi cahaya dan pengharapan di tengah masyarakat”, katanya.

Camat Sukmajaya, Ibu Christine Desima Arthauli, turut memberikan sambutan sambil mengutip Yeremia 29:7 yaitu yang menyatakan “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Dalam pesannya, beliau mengajak umat Paroki Santo Matheus untuk turut aktif mendoakan dan menjaga keamanan, kedamaian, dan kemajuan kota Depok. 

Selain itu, Monsinyur Paskalis turut menyampaikan pesan mengenai visi gereja. Panggilan Gereja Katolik didasari oleh mimpi besar untuk berjalan bersama. Dalam ajarannya, Gereja selalu mengajak kita melakukan yang terbaik demi persekutuan, pelayanan, dan kesaksian. Dalam hal itu, Monsinyur Paskalis juga mengungkapkan keyakinannya bahwa iman akan Tritunggal Mahakudus dapat membantu umat untuk bertumbuh dan berguna bagi masyarakat 100% Katolik, 100% Indonesia.

RD Alfonsus Sutarno kemudian mengenang perjalanan Paroki Santo Matheus saat beliau tiba dan berkarya di paroki tersebut pada tahun 2010. “Banyak yang harus dibereskan saat itu, tapi Tuhan memberikan rahmat sehingga terjadi perkembangan yang luar biasa.” Dalam doanya, beliau juga bersyukur atas segala rahmat yang diterima, sambil mengajak umat untuk terus belajar bersyukur, karena syukur membuka peluang lebih luas bagi rahmat Tuhan.

Sambutan terakhir disampaikan oleh perwakilan tokoh Paroki Santo Matheus, Bapak Marcellus Rantetana. Dalam pesannya, beliau menyatakan bahwa apa yang dahulu diimpikan saat ini dapat terwujud lebih dari yang dibayangkan. Generasi penerus juga diberi peran penting sebagai penerus pelayanan di paroki, sambil menjaga visi persekutuan yang damai, penuh kasih, dan mampu hidup bersama di tengah perbedaan. “Kasih mempersatukan, persekutuan terjadi, dan perbedaan diberkati”, tuturnya.

Puncak Kemeriahan

Perayaan puncak juga dimeriahkan oleh serangkaian kegiatan yang penuh makna. Dalam momentum syukur tersebut, dilaksanakan penandatanganan prasasti dan peluncuran sketsa renovasi gedung gereja, sebuah lambang harapan akan masa depan Paroki Santo Matheus yang lebih kokoh dan mampu melayani serta mengayomi kebutuhan umat.

Selain itu, juga disampaikan cinderamata sebagai tanda penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para Pastor yang pernah berkarya di Paroki Santo Matheus, anggota DPP dan DKP yang pernah menjabat, sehingga gereja dapat terus melangkah maju hingga hari ini.

Generasi penerus juga turut tampil, mempersembahkan tarian tradisional Waledan oleh OMK, sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya, disusul oleh penampilan band dari MM Band yang personilnya adalah dari tim multimedia paroki, ini menjadi sebuah bukti bahwa pelayanan bukan hanya soal kerja di belakang layar, tetapi juga mampu diberdayakan untuk memuliakan Tuhan.

Selain itu, pembagian hadiah bagi para pemenang lomba turut melengkapi kemeriahan perayaan, dan puncak acara dimeriahkan oleh Joy Tobing, yang menyanyikan beberapa lagu yang mengirim pesan iman, harapan, dan kasih yang terus hidup di tengah Paroki Santo Matheus.


Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-25 Paroki Santo Matheus bukan hanya sebuah peringatan akan perjalanan yang lalu, tetapi juga sebuah ajakan untuk melangkah lebih jauh ke masa depan. Dengan iman yang teguh, harapan yang tak pudar, dan kasih yang terus hidup, Paroki Santo Matheus dipanggil untuk menjadi cahaya Kristus di tengah masyarakat untuk menjadi saksi, pelayan, dan pembawa damai bagi semua.

Mari terus menjaga persekutuan, saling menguatkan, dan bergandengan tangan, sehingga rahmat Tuhan dapat mengalir melimpah, dan visi Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik sungguh tampak nyata di tengah hidup umat. Semoga Paroki Santo Matheus terus diberkati, diberdayakan, dan diberkahi oleh Allah Tritunggal Mahakudus, saat melangkah memasuki babak perjalanan selanjutnya. Gracia 25 Tahun Paroki Santo Matheus!

3 thoughts on “Perayaan Puncak 25 Tahun Paroki Santo Matheus: Menjadi Terang Bagi Dunia, Mewujudkan Kasih Allah Dalam Kehidupan Bersama

  1. Ranny says:

    Slamat ulang tahun ke-25 Paroki St. Matheus tercinta…!!
    Makin guyub, bertumbuh terus dalam iman, harapan dan kasih, jadi garam dan terang bagi sesama…
    Tuhan Yesus mmberkati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses