Iman Karena Bencana

Renungan Harian 
Selasa, 2 Juli 2019
Hari Biasa, Pekan Biasa XIII
Bacaan : Kej 19:15-29, Mat 8:23-27

Intensitas doa cenderung meningkat pada saat manusia mengalami bencana, ujian, derita dan berbagai masalah. Pada saat sakit doa bertambah. Pada saat ujian hidup terasa berat, novena semakin kuat. Pada saat pencobaan dan mencapai sebuah titik hidup yang menakutkan, pertobatan semakin kuat. Jelang ujian minta berkat pada imam dan permohonan dukungan doa meningkat.

Kisah para murid berada di perahu yang dihempas badai padahal mereka bersama Yesus dalam perahu itu mengingatkan kita bahwa ada dua kecenderungan yang umum terjadi. Pertama, kita mencari Yesus dan memohon kuasanya bila terjadi bencana. Kedua, kita cenderung membuat Yesus tertidur karena tidak pernah mengajak Yesus terlibat dalam kehidupan kita.

Saat pemberkatan rumah sering kali disertai pemberkatan salib utama. Salib itu pun dipasang didinding. Apakah salib itu dijadikan kiblat keluarga untuk berdoa, atau salib tersebut hanya sebagai hiasan dan identitas yang punya rumah yang hanya dibersihkan saat jelang mengganti daun palma?

Semoga dalam hidup kita, kita tidak beriman hanya karena bencana. Semoga pula dalam hidup kita, kita senantiasa melibatkan Yesus dalam setiap pekerjaan kita. Penyertaan Tuhan ada dalam setiap waktu. Berimanlah bukan saat kita butuh tetapi justru agar kita utuh.

RD David

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.