Tuhan Mempersatukan Bukan Menceraikan

Jumat, 16 Agustus 2019
Bacaan Pertama Yos 24:1-13

Bacaan Injil Mat 19:3-12

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, kita tentu menyadari bahwa kebutuhan manusia tidaklah terbatas. Banyak hal yang diinginkan dan dengan segala cara ingin mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya; setelah itu bosan dan melupakannya. Hal ini tidak dapat dipungkiri dan selalu melekat dalam diri siapapun. Tetapi, yang menjadi kekhawatiran ialah segala pemberian itu dianggap hanyalah berkat usaha sendiri dan tanpa campur tangan Tuhan Yang Mahakuasa. Karena, jika beranggapan demikian, sama halnya kita menolak apa yang Tuhan berikan untuk kita. Segala kebaikan dari-Nya kita lupakan begitu saja. 

Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk umatNya dan dalam bacaan pada hari ini Tuhan Allah memberikan kasihNya yang tiada henti-hentinya kepada bangsa Israel. Tuhan memberikan jaminan keselamatan kepada bangsa Israel. Tuhan memberikan itu semua dengan cuma-cuma. Dengan penuh ketulusan, Ia juga mengatakan akan menghalau segala yang jahat dari bangsa Israel. Dengan kata lain, ingin dikatakan bahwa bangsa Israel hanya tinggal pakai saja segala hal yang sudah diberikan oleh Tuhan Allah tersebut. 

Sementara itu, dalam Injil juga diceritakan bahwa Tuhan mempersatukan dan bukan menceraikan. Tuhan mempersatukan manusia dalam berbagai cara. Tuhan bersatu dengan manusia juga dengan berbagai cara. Ada yang dipersatukan untuk menjadi sebuah keluarga yang utuh dalam ikatan perkawinan. Ada pula yang dipersatukan dengan dipilih dan dipanggil olehNya untuk mengabdi secara penuh kepada Kristus sebagai seorang biarawan maupun rohaniwan. Banyak hal yang dilakukan Tuhan Allah agar manusia saling bersatu dan membangun relasi yang semakin dekat denganNya. 

Hal menarik lainnya dari kedua bacaan ini ialah soal kesetiaan. Terkadang yang tidak kita sadari ialah Tuhan itu begitu setia untuk umatNya. Tuhan tidak memberikan kriteria mutlak dengan segala aturan yang harus diikuti oleh umat manusia. Ia tidak memberikan dengan memandang layak tidaknya manusia karena manusia punya kesempatan yang sama satu sama lain hanya tinggal bagaimana kita mengusahakannya. Kalau manusia memiliki keinginan yang tidak tak terbatas, Tuhan memiliki kasih yang tak terbatas. Manusia tinggal menikmati dan mendengar serta mengusahakan segala pesan yang disampaikanNya guna mendapat sesuatu hal yang baik. 

Oleh karena itu, hal sederhana yang sebenarnya Tuhan ingin sampaikan ialah manusia hendak mempertahankan apa yang baik. Karena yang sulit itu mempertahankan dan bukan mendapat. Mendapat kebaikan sudah Tuhan yang berikan. Tetapi mempertahankan apa yang baik itu sulit karena manusia juga tidak lepas dari kesalahan. (Frater Wolfgang Amadeus Mario Sara )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.