Iman dalam Perbuatan Nyata

Kamis, 17 Oktober 2019
PW St. Ignatius dr Antiokhia
Bacaan 1 : Rm. 3:21-30
Mazmur   : Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6
Injil    : Luk. 10:1-12

HARI ini Gereja memperingati St. Ignatius dari Antiokhia, Uskup dan Martir. Ia merupakan murid Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil. Bagi Yohanes, Ignasius adalah murid yang mengesankan: ia pandai, saleh dan bijaksana. Oleh karena itu, ia kemudian diangkat menjadi Uskup Antiokhia. Ia merupakan orang pertama yang menggunakan kata “Gereja Katolik”, yang masih digunakan sampai saat ini untuk menggambarkan Gereja yang universal, utuh, dan keseluruhan. Ia meninggal sebagai martir pada saat penganiayaan bangsa Romawi terhadap jemaat Kristiani. Dalam pesan sebelum kemartirannya, ia berkata: “Doakanlah aku, agar aku mendapat kekuatan lahir dan batin, menjadi seorang yang tabah dalam iman, dan supaya aku menjadi benar-benar orang Kristen, bukan saja dengan nama tetapi lebih-lebih dengan perbuatan nyata….”

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala seuatu yang tidak kita lihat. Kita beriman kepada Yesus, sekalipun kita tidak pernah melihat-Nya secara langsung. Kita percaya bahwa Ia ada, Ia baik dan Ia Mahakuasa. Kita percaya dan menyerahkan diri kita untuk-Nya dengan dibaptis. Pengalaman kita dalam hidup sehari-hari juga membuat iman kita semakin dikuatkan. Baptisan yang diterima mengandung konsekuensi misi, yaitu mewartakan Kerajaan Allah kepada semua orang.

Dua hal yang perlu kita pegang dalam menjalankan misi adalah melakukannya dengan cinta kasih, serta membiarkan Roh Kudus berkarya untuk melanjutkan apa yang sudah kita ‘tanam’. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memberitakan Kabar Baik yang merupakan misi kita sebagai orang beriman. Bakti sosial, menjenguk orang sakit, menolong teman yang sedang kesulitan, atau sesederhana mendengarkan keluhan teman merupakan contoh bermisi.

Namun, semua itu tentunya perlu diawali dengan doa. Kita meminta agar Roh Kudus menjamah orang-orang tersebut, menyentuh hati mereka, sehingga mereka dapat mengalami kasih Tuhan secara pribadi dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Doakan agar mereka mau mengenal Tuhan dan merasakan kasih-Nya yang melimpah dalam hidup. Jika akhirnya orang yang kita tolong menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka, ini tentunya menjadi buah yang kita harapkan.

Pesan dari Ignatius menjadi doa untuk kita semua para pengikut Kristus agar mampu mewartakan Kristus melalui perbuatan kita. Iman kita dilihat dari perbuatan baik kita, dan perbuatan baik kita pada akhirnya mampu membantu orang mengenal Tuhan, merasakan kasih-Nya, dan mengalami perubahan hidup menjadi lebih baik. (Fr. Michael Randy)


Allah Bapa, karena kasih karunia-Mu, kami yang berdosa ini beroleh keselamatan melalui Yesus Kristus. Dengan tuntunan Roh Kudus, semoga kami pun semakin berani memproklamasikan iman kami melalui tindakan-tindakan penuh cinta kasih. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.