Tutup Bulan Rosario, Seminaris Stella Maris Nyanyikan Doa

Bogor-keuskupanbogor.org: Kehidupan iman umat Katolik terkait lekat dengan beragam tradisi Gereja yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan Gereja yang dapat membantu spiritualitas umat bertumbuh. Aneka doa, nyanyian, dan ritual yang berpusat pada Kristus tetap dipelihara selama ratusan tahun, dan kadangkala diwarnai pula dengan corak-corak budaya setempat. Kebiasaan-kebiasaan ini, apabila dijalankan dengan kesungguhan hati, terbukti mampu meningkatkan keintiman relasi umat dengan Allah. Salah satu dari tradisi Gereja yang paling dikenal adalah Doa Rosario.

Secara istimewa, Gereja Katolik mendedikasikan bulan Oktober setiap tahunnya sebagai Bulan Rosario. Sepanjang bulan ini, umat diimbau untuk mendaraskan Doa Rosario setiap hari dengan tekun; merenungkan karya keselamatan Kristus dan peranan Bunda Maria dalam misteri agung tersebut. Oleh karena itu, biasanya di bulan Oktober umat pergi berziarah ke Gua Maria, atau mendoakan Doa Rosario bersama-sama di lingkungan/wilayah. Tak hanya umat di paroki, para calon imam yang tengah menempuh studi di seminari–khususnya Seminari Menengah Stella Maris pun menjalani tradisi ini.

Setelah mendaraskan Doa Rosario setiap hari selama satu bulan, Jumat lalu (31/10/2019) para seminaris Stella Maris menutup bulan Rosario dengan berdoa bersama di sesi rekreasi besar. Dari tanda salib di awal hingga penutupan doa dengan tanda salib lagi, semua doa didaraskan dengan cara dinyanyikan. Rosario yang didaraskan dengan lantunan nada-nada ini menjadi ciri khas Doa Rosario seminaris yang dilakukan turun-temurun sejak dulu. Selain meningkatkan kekhusyukan suasana doa, praktik Rosario yang dinyanyikan ini juga melatih seminaris untuk tekun dan setia dalam doa meditatif ini.

Bunda Maria memang menjadi sosok yang sangat istimewa bagi para seminaris Stella Maris. Pasalnya, nama Stella Maris ini diambil dari salah satu gelar bagi Santa Perawan Maria, yang bermakna “Bintang Samudera”. Spiritualitas hidup Bunda Maria menjadi teladan pengabdian para seminaris kepada Gereja. Di tempat ini, mereka dipersiapkan untuk menjadi terang dan penunjuk jalan bagi sesama untuk sampai pada kebenaran, yakni Allah sendiri. Tak heran, bulan Rosario pun menjadi kesempatan bagi para seminaris untuk memperdalam mereka melalui doa restu Bunda Maria. Meskipun bulan Rosario telah berakhir, semoga doa ini tetap kita pertahankan sebagai kebiasaan baik untuk pribadi, keluarga, maupun di lingkungan.

Doakanlah kami ya Santa Bunda Allah, supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

(RD Jeremias Uskono/Mentari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.