Romo Habel: Bermisi Tidak Bisa Part Time

Caringin – keuskupanbogor.org : Siapakah misionaris itu? Tanya Romo Habel kepada seluruh peserta sinode di aula BSK, Kinasih Resort, Caringin, kamis (5/12). Pesertapun kompak menjawab, “kita semua”.

Gereja yang misioner menjadi sebuah spirit yang hendak dibangun dalam reksa pastoral di Keuskupan Bogor. Misi menjadi identitas utama Gereja (orang Katolik). Ketika jiwa misioner itu hilang ibarat seekor kucing yang kehilangan “meong”nya. Demikian papar Romo Habel.

“Bermisi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari seorang Katolik. Tugas ini harus dijalankan penuh dan tidak bisa hanya dijalankan partime tetapi harus all the time“, paparnya.

Perihal bermisi, Romo Habel mengingatkan kembali Amanat Agung yang dipesankan oleh Yesus yang juga menjadi slogan utama dalam KEP (Matius 28 : 19-20). Secara jelas dan lugar, Yesus memberikan perintah kepada pegikutnya untuk mewartakan Injil.

Ketika seorang pengikut Kristus disadarkan akan tugasnya dalam bermisi maka dia harus memahami bahwa dirinya diajak untuk patuh/taat pada tugas yang diberikan oleh pemberi mandat (pengutus).

“Bermisi artinya diajak untuk menjadi seorang pelayan”, tutur imam asal Saumlaki ini. “Bermisi artinya manusia harus berani berpindah tempat, keluar dari zona nyaman”, tambah imam yang menjalani panggilannya sejak seminari kecil ini.

Sinode II Keuskupan Bogor mencoba untuk memupuk kembali spirit iman untuk bermisi. Bahkan pada bulan Oktober lalu, Bapa Uskup Mgr Paskalis mengangkatnya sebagai bulan misi luar biasa.

(RD David)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.