Jalan Tuhan adalah Lurus

Jumat, 20 Maret 2020
Pekan III Prapaskah
Bac I. Hos. 14:2-10
Mzm. 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17
Bac. Injil. Mrk.12:28b-34

SERINGKALI kita mendengar atau bahkan mengatakan ‘hidup gak usah lurus-lurus, melenceng dikit gak apa-apa, toh aturan ada untuk dilanggar’ , atau sejenisnya. Terucap dengan santai dan seakan tidak ada beban. Tidak perlu pusing dengan bermacam konsekuensi, karena hidup akan berjalan begitu singkat dan kita perlu menikmatinya dengan hal-hal yang menyenangkan. Pertanyaannya, apakah benar dengan berjalan tidak lurus, melenceng, dan ‘sedikit’ melanggar peraturan, hidup kita bisa menjadi lebih baik? Apakah ‘menyenangkan’ menjadi syarat utama dari setiap keputusan yang kita buat?

Bacaan pada hari ini ingin memperlihatkan bagaimana Allah telah menghadirkan diri-Nya begitu dekat dengan manusia melalui Firman dan bahkan melalui pribadi Yesus, namun manusia seringkali mengabaikan-Nya. Meskipun demikian, Allah tidak berhenti untuk mengasihi dan menyertai manusia. Dalam bacaan Injil, kita melihat bagaimana Yesus memuji seorang ahli Taurat. Ahli Taurat ini tidak terpengaruh dengan pertanyaan-pertanyaan para orang Farisi yang berusaha membelokkan Firman Allah untuk menjerat Yesus, sebab ia berpegang pada Firman Allah yang juga diwartakan oleh Yesus. Oleh karena itu, ia pun dipandang Yesus sebagai bijaksana dan disebut-Nya sebagai orang yang “tidak jauh dari Kerajaan Allah”.

Manusia memang cenderung menyukai hal-hal yang bersifat sensasional tanpa betul-betul paham dampak baik dan buruknya. Padahal kita tahu benar apa yang dikehendaki dan apa yang tidak disukai Allah, tapi kita mengambil risiko untuk mengabaikan, dan bahkan mempermainkan ajaran Tuhan untuk membenarkan tindakan kita.

Hari ini, kita diajak kembali untuk tetap mendengarkan suara Allah. Di tengah kebisingan arus informasi dan krisis yang mengancam kemanusiaan seperti yang kita alami saat ini, terkadang kita akan merasa kehilangan arah. Namun berbahagialah kita, sebab Allah tidak pernah berhenti meunjukkan rahmat-Nya bagi siapapun yang mencari-Nya di jalan-Nya yang lurus. Mari kita terus berjalan dalam tuntunan-Nya. Tuhan memberkati.

[Fr. Wolfgang Amadeus Mario Sara/RDHJ]


Allah yang kudus dan kuasa, kami bersyukur sebab Engkau tidak pernah berhenti mengasihi dan mengampuni segala kesalahan kami. Bimbinglah langkah kami, supaya kami tetap berjalan dalam naungan-Mu, dan hidup kami pun bisa berbuah yang baik bagi sesama kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.