‘Aku Percaya akan Allah’

Jumat, 12 April 2020

Oktaf Paskah

Bac I. Kis 4:1-12

Mzm. 118:1-2.4.22-24.25-27a

Bac. Injil. Yoh. 21:1-14

            Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, peristiwa penampakan Yesus Kristus yang untuk ke-sekian kalinya ini sungguh menegaskan bahwa Kristus bangkit untuk menjadi teman seperjalanan manusia. Ia tidak meninggalkan manusia sendirian. Sebagai manusia, kadang kita merasakan kehadiran Tuhan dalam berbagai cara: mimpi, doa atau devosi, perayaan ekaristi. Tak jarang pula muncul pertanyaan: “Apakah Tuhan sungguh menyapa kita?” Dengan menampakkan diri-Nya, Tuhan ingin menyadarkan kita bahwa kebangkitan-Nya bukanlah ilusi atau mimpi belaka. Kristus sungguh hidup dan ingin agak kita, para murid-Nya, menjadi saksi atas kebangkitan-Nya itu.

Pada bacaan pertama, Petrus mempertegas bahwa Yesus yang bangkit itu sungguh seorang penyelamat umat manusia. Iman Petrus adalah gambaran iman yang bisa kita  teladani: berani mewartakan bahwa Tuhan yang hidup. Walaupun ia digoda oleh ahli-ahli Taurat, ia tetap teguh dalam iman bahwa Yesus yang telah disalibkan itu adalah Sang Penyelamat. Kata Petrus: ‘keselamatan tidak berasal dari yang lain selain dari Dia’. Sosok Petrus ini menggambarkan bahwa menjadi murid Kristus itu hendaklah kita memperjuangkan Kristus dan tidak takut untuk mewartakan-Nya dalam kehidupan. Allah mencintai manusia, karena itu Ia mengutus Putranya untuk sengsara, wafat dan bangkit bagi kita.

Bacaan Injil menegaskan tentang hal menjadi murid Kristus. Menjadi murid Kristus berarti mengikuti Kristus dengan penuh ketaatan dan percaya kepada-Nya tanpa syarat. Percaya akan apa yang disabdakan-Nya. Karena itu, marilah kita berusaha agar senantiasa mendengarkan dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Pergi dan wartakanlah! Fr. Wolfgang Amadeus Mario Sara

Allah yang penuh kuasa, dengan kuasa-Mu Engkau menyembuhkan dan memberi penghiburan kepada yang sakit. Kami bersyukur atas hidup yang boleh kami terima hingga saat ini. Kami juga percaya bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk kami hamba-Mu. Ajarlah kami untuk selalu menaati kehendak-Mu dengan setia sehingga kami pun setia untuk selalu melayani sesama kami. Amin.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.