Lebih Taat kepada Allah daripada Manusia

Kamis, 23 April 2020 

Hari Biasa Pekan Paskah II

Bacaan 1  : Kis. 5:27-33

Mazmur    : Mzm. 34:2,9,17-18,19-20

Injil     : Yoh. 3:31-36

Judul dari renungan yang diambil dari perkataan Petrus kepada Makhamah Agama ini memang menjadi hal ideal dari setiap umat beragama. Menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya adalah salah satu prinsip wajib yang dilakukan oleh orang yang beragama. Namun, kita juga dihadapkan pada banyak kasus radikalisme agama. Orang-orang membawa nama Tuhan untuk membenarkan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai suci yang diajarkan oleh agama. Kemudian banyak yang berlomba-lomba untuk mengklaim kebenaran yang dipercaya berasal dari Allah sendiri. Muncul pertanyaan: manakah yang sesuai dengan apa yang diperintahkan dan diajarkan Allah?

Yesus Kristus dalam bacaan injil hari ini berkata bahwa “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya”(bdk. Yoh 3:36). Yesus telah membuktikan kepada kita bahwa Ia adalah mesias, sang Anak, dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Para rasul yang menjadi saksi atas semuanya itu memiliki pengaruh yang sangat besar dengan perbuatan kasihnya kepada orang banyak atas nama-Nya.

Sekarang giliran kita yang meneruskan semangat dari para rasul itu. Kita sudah diberikan bukti bahwa Yesus adalah Sang Anak, kita mengetahui bahwa siapa yang tidak taat kepadaNya mendapatkan murka Allah. Bukti inilah yang membuat kita sebagai umat Kristiani percaya bahwa apa yang diperintahkan dan diajarkan Allah berasal dari Yesus Kristus Tuhan kita. Yesus Kristus mengajarkan kita untuk berbuat kasih kepada sesama kita. Para Rasul memiliki dampak yang besar di Bait Allah karena perbuatan kasih atas nama-Nya. Sekarang giliran kita taat kepada-Nya untuk menjalankan perintah-Nya, yakni untuk mengasihi sesama kita manusia.

Di zaman sekarang yang memudahkan kita mengakses segala bentuk ilmu pengetahuan dan informasi, kita membutuhkan pembedaan agar kita mengetahui mana yang sesuai dengan apa yang diperintahkan dan diajarkan Allah. Kita percaya, meyakini, dan masih berusaha untuk menjalankan apa yang diperintahkan-Nya kepada kita, yaitu mengasihi sesama kita. Untuk memberikan dampak yang besar membutuhkan kesabaran dan usaha yang tidak jemu-jemu. Pada akhirnya, jika kita melakukan sesuatu yang benar dan sesuai dengan kehendak-Nya, usaha tidak akan mengkhianati hasil akhir.

[Fr. Michael Randy]


Allah Bapa yang Mahabaik, bukalah hati dan pikiran kami agar kami dapat melakukan pembedaan mana yang benar-benar perkataan-Mu dan yang bukan. Tuntunlah kami agar kami senantiasa berada di jalan-Mu. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.