Roti yang Menghidupkan

Selasa, 28 April 2020

Hari Biasa Pekan Paskah III

Bacaan I          : Kis. 7: 51-8: 1a

Bacaan Injil     : Yoh. 6: 30-35

 

            Ada seorang misionaris sedang mengajarkan umatnya untuk berdoa dengan penuh iman kepada Alllah Bapa di Surga. Doa yang diajarkan adalah doa Bapa Kami dan salam Maria. Setelah mereka lancar berdoa, ia hendak memberikan tantangan kepada umatnya untuk melihat apakah mereka konsentrasi atau tidak. Bagi siapapun yang bisa mendoakan doa Bapa Kami dengan penuh konsentrasi, penuh iman dan khusuk dari awal hingga akhir, akan diberi seekor kuda jantan. Semua umat mengangkat tangan, tetapi misionaris itu hanya menunjuk seorang pemuda untuk menjalankan instruksinya. Pemuda itu sangat antusias dan mulai berdoa dengan penuh keyakinan. Ia pun mulai berdoa. Tiba-tiba pemuda itu bertanya “Apakah engkau juga akan memberikan tali kuda itu?”. Sang misionaris itu pun mengatakan, “Maaf engkau tidak layak untuk menerima kuda itu karena yang engkau perhatikan bukan doanya tetapi hadiahnya.”

Saudara-saudari yang terkasih hari ini kita mendengarkan bacaan-bacaan yang ingin mengajak kita agar kita tetap berpusat kepada Yesus sebagai sumber hidup, roti hidup. Hal ini dikisahkan pada Injil Yohanes. Yesus yang ada di hadapan banyak orang di Kapernaum mengecam orang banyak yang hanya mengikuti Yesus dari apa yang dilakukan-Nya. Banyak orang pada saat itu yang ingin percaya kepada Yesus bila Ia membuat tanda-tanda yang dilakukan seperti yang Musa lakukan ketika bangsa Israel di padang gurun dengan memberikan manna. Akan tetapi, mereka hanya melihat hal-hal lahiriah saja yang dapat terindra. Padahal Yesus mengatakan bahwa apa yang menurut mereka dilakukan oleh Musa itu adalah apa yang dilakukan oleh Allah Bapa di surga. Ketika mereka mendengar apa yang dikatakan Yesus, mereka tetap tidak melihat roti hidup yang adalah Yesus sendiri. Senada dengan bacaan Injil, Kisah Para Rasul mengisahkan tentang Stefanus yang berani menghadapi mautnya. Bahkan hingga mautnya pun ia masih berkata, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” (Kis. 7: 59). Ini menandakan bahwa apa yang menjadi pusatnya bukan lagi hal-hal lahiriah melainkan Yesus.

 

Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Putra Allah, kita seringkali tidak memusatkan diri kita kepada Sang Sumber. Seringkali kita mengurusi hal-hal lahiriah dan jasmani kita yang justru menjauhkan diri kita dari Yesus. Hari ini Yesus mengajak kita untuk kembali menjadikan-Nya sebagai pusat. Yaitu dengan mengurangi perhatian kita hanya pada hal-hal materiil saja. Itulah yang ingin Yesus sampaikan kepada kita. Bahwa Dialah roti hidup yang memberikan diri kepada kita. Dialah roti hidup yang bila kita datang kita akan hidup selamanya. Maka, sabda Yesus yang berbunyi, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi,” mengajak kita untuk melihat hal-hal yang lebih rohani dan spiritual, dibandingkan dengan hal-hal yang memuaskan kedagingan kita. Ini adalah suatu ajakan bagi kita semua dan juga suatu tantangan bagi kita, terutama pada masa pandemik ini. Kita tentu harus terus berusaha memfokuskan diri kita kepada hal-hal rohani walaupun saat ini segalanya sungguh terbatas. Fr. Constantin Reynaldo Adja Mosa

 


 

Allah Bapa yang Mahakuasa, terimakasih atas perhatian dan kasih sayang-Mu kepada kami umat-Mu. Kami mohon bantu dan kuatkan kami untuk selalu mengarahkan dan memfokuskan diri kami kepada-Mu dalam masa-masa yang sulit ini. Amin.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: