Cinta Allah Tritunggal Mahakudus kepada Manusia

Senin  11 Mei 2020

Pekan V Paskah

Bacaan I :  Kis 14: 5-18

Bacaan Injil : Yoh 14: 21-26

 

Bagi sebagian orang, orang tua menjadi sosok yang senantiasa mencintai anaknya, membimbing anaknya, dan bahkan menjadi sosok teman bagi seorang anak di saat berada dalam kesedihan. Namun sebagian orang kerap kali ada yang melupakan jasa mereka.

Bacaan Injil pada hari ini berbicara mengenai tindakan Allah Tritunggal terhadap manusia. Ia hadir sebagai seorang Bapa yang memberikan hidup dan senantiasa selalu mengasihi, Ia hadir bersama kita di dunia menemani kita sebagai seorang sahabat yang setia dan akan selalu berusaha menyelamatkan kita bahkan rela berkorban demi manusia. Ia tidak tinggal diam melihat manusia ditinggal masuk ke dalam jalan yang salah tetapi akan selalu membimbing kita dalam sosok Roh Kudus.

Jika melihat hal demikian sosok orang tua dapat menjadi gambaran untuk memahami kasih Allah Tritunggal kepada kita. seperti orang tua, Allah Bapa akan selalu mencintai anaknya, memberikan hal yang terbaik untuk anaknya,  dan senantiasa memberikan kita makanan rohani agar kita dapat hidup sesuai rencana-Nya yang baik adanya.

Orang tua bahkan menjadi teman bagi kita bahkan sahabat yang mengerti kita, mereka rela berkorban waktu, tempat, dan lelah demi memberikan yang terbaik bagi seorang anak. Begitu pula Allah hadir sebagai Putra menjadi sahabat kita menemani kita di saat susah, sedih dan menderita, bahkan rela berkorban demi kita manusia sebagai sahabat dan anak-Nya yang tercinta.

Orang tua tidak pernah membiarkan anaknya berjalan sendiri di dalam kegelapan masuk ke dalam yang sesat. Mereka akan selalu senantiasa membimbing dan mengajarkan yang baik dan benar. Demikianlah Roh Kudus yang dijanjikan Tuhan menjadi pembimbing kita. Roh yang senantiasa membimbing kita untuk hidup dalam kebaikan dan kebenaran Injil.

Ketika kita besar kita pun hendak membalas apa yang dilakukan orang tua kepada kita. Tetapi orang tua tidaklah menuntut balasan yang lebih, mereka hanya minta dikasihi dengan mau mendengarkan nasihat mereka dan menjadi seseorang yang baik dan benar. Terkadang hal ini telah menjadi hal yang cukup memuaskan bagi mereka. Demikian juga Allah tidak menuntut sesuatu yang luar biasa untuk membalas bentuk cinta kasih-Nya tetapi dengan kita mau mendengarkan dan mengikuti apa yang dia inginkan kepada kita itu adalah jauh lebih cukup dari persembahan material. Mari kita dengan penuh ketotalitasan mendengarkan sabda-Nya dan mengikuti apa yang dilakukan Putra yang akan selalu diingatkan oleh Roh Kudus, karena dengan itu kita sungguh mengasihi Bapa.


Doa: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus terima kasih atas berkat-Mu yang besar kepada kami dalam menempuh jalan kebenaran-Mu. Utuslah selalu Roh Kudus-Mu untuk tetap senantiasa membimbing kami untuk tetap berada di jalan-Mu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.