Kematangan Iman

Renungan Harian 
Rabu, 16 September 2020
PW St Kornelius, Paus dan Martir & St Siprianus, Uskup dan Martir
Bacaan : I Korintus 12:31-13:13
Injil : Yohanes 7 : 31-35

Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru: kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.

Lukas 7:32

Gambaran anak -anak yang dipakai Yesus untuk menyamakan orang-orang sebangsa-Nya adalah simbol pribadi yang belum dewasa yang suka memaksakan keinginan hati mereka kepada orang lain.

Memaksakan keinginan hati kepada orang lain menjadi gambaran jelas betapa iman terkadang terjerumus kepada sikap menghakimi, menilai, dan mengoreksi hidup orang lain.

Sejatinya beriman adalah sebuah proses pendewasaan diri untuk semakin mengenal diri lewat berbagai peristiwa hidup yang terjadi dalam bimbingan Tuhan.

Entah berapa kali kita pun kerap seperti anak-anak yang tidak dewasa/matang dalam beriman. Doa kita kerap memaksakan situasi dan permohonan terjadi atas kehendak kita, bukan kehendak Tuhan. Hidup penuh dengan keluhan bukan rasa syukur.

Entah berapa kali pula, buah iman kita dipakai untuk mengoreksi dan menghakimi hidup orang lain dan menjatuhkannya. Matang dalam iman akan membawa kita semakin bijaksana bersikap, tenang menghadapi persoalan, dan lambat dalam meluapkan emosi/amarah.

Tuhan ajarlah aku sepanjang hari ini menjadi pribadi yang dewasa dan matang dalam iman. Amin

(RD David)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: