Tuhan Ajarlah Kami Berdoa

Renungan Harian
Rabu, 7 Oktober 2020
Peringatan Wajib St. Perawan Maria, Ratu Rosario
Bacaan :Galatia 2:1-2.7-14
Injil : Lukas 11 : 1 - 4

Tuhan ajarlah kami berdoa.

Lukas 11 : 1

Doa membutuhkan sebuah proses pembelajaran. Kita bisa mengalami kesulitan berdoa terlebih jika diminta memimpin doa karena banyak hal : tidak percaya diri, takut salah berdoa, gugup, kesulitan berkata-kata, dan sebagainya.

Kesulitan lain dalam berdoa misalnya tidak bisa fokus, tidak punya waktu khusus, suasana hati dan pikiran, dan lain sebagainya.

Sadar akan kesulitan kita dalam hal doa maka butuh sebuah kemauan untuk proses menggumuli doa-doa kita. Resep pertama berdoa “tempatkan Tuhan Allah” sebagai seorang pribadi yang dekat dan terpercaya sehingga kita leluasa berbincang dengan Allah.

“Doakan apa yang kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita doakan” bisa juga menjadi motivasi kita juga dalam proses pembelajaran dalam hal berdoa.

Doa Tuhan – Bapa Kami yang Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya menggambarkan sebuah kesederhanaan doa yang kompleks. Unsur kedekatan harus menjadi inti doa (panggilan Bapa); permohonan yang sewajarnya (rezeki yang cukup); dan selalu mengarahkan bagi kebaikan bersama (pengampunan).

Semoga doa Bapa Kami yang sering kita doakan (termasuk dalam rosario) membawa kita semakin dekat untuk mengenal Allah, mengenal diri dan tertuju bagi kebaikan bersama.

Refleksi :
Apakah aku selama ini bisa berdoa? Jika sulit berdoa mengapa? Apakah doa-doaku sudah tertuju untuk kebaikan bersama atau masih untuk kebaikanku?

Doa :
Tuhan ajarlah selalu kami berdoa dengan penuh kesadaran diri. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.