Bahagialah atau Bahagiakah?

Renungan Harian 
Minggu, 1 November 2020
Hari Raya Semua Orang Kudus
Bacaan I : Wahyu 7 :2-4. 9-14
Bacaan II : 1 Yohanes 3 : 1 - 3
Injil : Matius 5 : 1 - 12a

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekah yang empunya Kerajaan Surga.

Matius 5 : 2

Bahagia itu sederhana yaitu saat kita masih bisa bersyukur kendati tidak mujur. Bahagia itu bukan jika, tetapi bahagialah meski.

Sabda bahagia yang diajarkan Yesus dalam Injil Matius hari ini sungguh menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kita orang-orang yang percaya pada Yesus.

Bagaimana mungkin menaruh atau menciptakan kebahagiaan dalam situasi dan kondisi yang sering kita hindari? Yesus berkata “berbahagialah”, kita mungkin berkata “bagaimana mungkin bahagia?”

Kebahagiaan yang sejati memang terletak dalam Allah. Dunia menawarkan kesenangan bukan kebahagiaan yang sejati. Tapi kadang kita suka gerimis (gelisah, risau dan pesimis) karena menaruh ukuran bahagia tidak dalam Allah.

Dalam kondisi serba terbatas, Tuhan ajak manusia untuk tidak mengeluh. Dalam kondisi tersakiti, Tuhan ajak kita tidak mendendam. Tuhan ajak kita mencari yang lebih yang tidak ditawarkan dunia ini.

Hari raya semua orang kudus hari ini telah memberikan sebuah contoh keteladanan. Para kudus mencari dan memperjuangan kebahagiaan dalam Allah, sekalipun mengalami berbagai hal menyakitkan di dunia.

Refleksi :
Ingatlah nama orang kudus yang kita gunakan. Sungguhkan kita memiliki semangat yang sama?

Doa :
Tuhan kami bersyukur atas teladan pada kudus. Kami diajak mengukur kembali jalan hidup kami dalam Engkau dalam semangat para kudus. Ajarlah kami menerima seluruh peristiwa kami hari ini dan menggerakkan kami untuk selalu menatap hari esok dengan penuh iman, kasih dan pengharapan. Amin

Berkat :
Semoga berkat Allah yang Mahakuasa memberkati kita dan seluruh keluarga kita dan meneguhkan semangat iman, kasih dan pengharapan kita : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

One thought on “Bahagialah atau Bahagiakah?

  1. Elyas Bagonk says:

    Gerimis memang hatiku…
    Gelisah menantinya…
    Risau menunggunya…
    pesiMis utk dapat bertemu dengannya…

    Tapi karena Tuhan, aku mampu berjalan bersamaNya senantiasa sampai hari ini….

    #berbahagialah yg jomblo, karena Engkau akan memperoleh RahmatKu….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.