Ditolak Ikut Yesus

Renungan Harian
Senin, 1 Februari 2021
Pekan Biasa IV
Bacaan : Ibrani 11: 32-40
Injil : Markus 5 : 1-20

Ia meminta menyertai Yesus tetapi Yesus tidak memperkenankannya. “Pulanglah ke rumahmu, ceritakanlah bagaimana Tuhan telah mengasihani engkau!”

Markus 5 : 18-20

Penginjil Markus hari ini mengisahkan seorang yang kerasukan roh jahat (legion) yang disembuhkan oleh Yesus. Setelah sembuh orang ini meminta supaya ia diperkenankan menyertai Yesus. Yesus menolaknya dan meminta orang itu pulang ke rumahnya dan bersaksi kisah kasih Tuhan padanya.

Suatu hal yang indah jika kita ingin selalu dekat, akrab dan damai bersama Tuhan. Namun kita tak pernah diajak untuk menjadi pribadi yang hanya sekedar mengumpulkan dan menimbun berkat semata.

Berkisah atau bercerita pengalaman “dikasihi Allah” menjadi sebuah tugas sederhana tetapi tidak mudah. Pertama adalakanya rasa kurang percaya diri dan seolah ini bukan kisah yang perlu disampaikan dan tak punya kemampuan “sharing”/bercerita.

Kedua, apakah ceritaku akan didengarkan? bagaimana jika ditolak dan dianggap biasa saja? Ketiga, harapan bahwa ceritaku akan berdampak sesuatu dan akhirnya bercerita akan menjadi sebuah beban ketika harus memaksakan pemahaman, anjuran, nasihat, dsb.

Pengalaman dikasihi Allah; mendapat berkat sejatinya membawa kita untuk mengolah diri semakin rendah hati; berbagi tanpa merasa khawatir dan cemas akan penolakan atau respon tidak sesuai.

Pengalaman dikasihi Allah sejatinya juga mengajar kita semakin merasa bahwa Allah tak pernah kehabisan cara untuk mengasihi, menyelamatkan dan menempatkan peran yang pas untuk hidup kita.

Refleksi
Apakah aku memiliki kisah cintaku dengan Allah? Apakah aku pernah mengisahkannya pada keluargaku?

Doa
Tuhan terkadang kami ingin terus dekat dengan-Mu tetapi enggan untuk kau tempatkan dalam posisi yang bukan pilihanku. Bantulah aku menerima kehendakMu sebagai yang terbaik dan terindah bagiku. Amin

Berkat
Semoga berkat Allah yang Mahakuasa membawa kita semakin kaya dalam pengalaman dicintai Allah dan menerima kehendakNya menjalankan peran sekalipun bukan dalam posisi dan situasi yang bukan kita kehendaki: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.