Temu Imam Keuskupan Sufragan Bogor

Tanggal 4 Mei 2021 telah diadakan Temu Imam Keuskupan Sufragan Bogor. Pertemuan ini diadakan dalam zoom meeting dan dihadiri oleh lebih dari 60 Imam di Keuskupan Bogor. Para Imam ini diantaranya ada dari Imam Diosesan Bogor, Imam dari Kongregasi CSE dan OFM.

            Acara dibuka dengan doa oleh RD Aloysius Tri Harjono dan dilanjutkan dengan pemaparan tentang garis besar acara yang dilaksanakan oleh Bapak Uskup dan Para Imam pada Temu Imam ini. Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang ‘Partisipasi Bunda Maria dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan’ oleh RD Robertus Untung Hatmoko sebagai Vikep Pendidikan Keuskupan Bogor.

            Dasar dari tema ini ialah bulan Mei merupakan bulan pendidikan dan bulan Maria (Gereja). Masa pandemi ini bukan menjadi alasan bahwa pendidikan berhenti namun dinamis dan menjadi tantangan untuk membuat pendidikan yang lebih baik. Sebagai seorang Imam, mereka adalah Guru (KHK. 747). Hendaknya para Imam memberikan perhatian dalam dunia pendidikan tanpa terkecuali. Oleh karena itu, Bunda Maria menjadi model dalam dunia pendidikan yang ideal dan menjadi model pendidikan bagi Gereja Katolik (Gravissimum Educationis). Setiap insan pendidikan dalam sekolah tentu berpengaruh bagaimana membangun pendidikan yang lebih baik. Diantaranya ada para guru, tenaga lain yang mendukung pendidikan, orangtua, dan para peserta didik merupakan satu kesatuan dalam proses pendidikan tersebut. Dalam Gravissimum Educationis no. 2 dikatakan pendidikan adalah sarana pewartaan Gereja. Dalam hal mewartakan tentu kedepannya pendidikan bukan semata-mata menjadi orang pintar melainkan menjadi orang benar, orang yang suci, dewasa secara pribadi, dan juga memberikan kesaksian tentang harapan akan hal yang lebih baik.

            Mgr Paskalis juga menyampaikan pendapat dan harapannya supaya para imam menjalankannya dengan konsisten seperti memonitoring, mengevaluasi, kemudian menyempurnakan dalam perjalanan waktu kedepannya. Para Imam diajak untuk mengarahkan soal peran penting orangtua dalam dunia pendidikan yang perlu dilakukan terus-menerus. Setelah itu, dilanjutkan dengan tanya jawab dan pemaparan singkat dari RD Andreas Arie Susanto tentang laporan keuangan paroki-paroki di Keuskupan Sufragan Bogor, serta penjelasan singkat tentang Hari Komunikasi Sosial dari RD Yustinus Joned sebagai Ketua Komsos. Pertemuan ini ditutup dengan doa dan berkat oleh RD Nikasius Jatmiko. (KOMSOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.