Tingkatkan Kapasitas Sebagai Penggiat Komsos di Era Digital, Komsos KWI Gelar Hari Studi Bersama

Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar kegiatan Study Day Pelaku Karya Komsos Indonesia dengan mengusung tema “Merenungkan Karya Komunikasi Sosial di Era Digital” bersama narasumber Mgr Prof. Adrianus Sunarko, OFM yang merupakan Uskup Pangkalpinang dan Prof. Richardus Eko Indrajit yang merupakan Anggota Pengurus Komsos KWI. 

Kegiatan yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting ini dilaksanakan pada hari Jumat (29/10/2021) pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan diikuti oleh para penggiat Komsos keuskupan-keuskupan yang ada di Indonesia. 

RD Anthonius Steven Lalu selaku Sekretaris Eksekutif Komsos KWI mengatakan bahwa kegiatan Hari Studi Bersama ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas sebagai pelaku karya komunikasi sosial dan mengikuti semangat sinodal gereja universal serta menyesuaikan diri dengan tema Pesan Paus untuk hari Komunikasi tahun 2022: “Listening” atau mendengarkan. Hari studi ini diharapkan akan menjadi seri hari studi untuk mendengarkan masukan-masukan menuju ke PERNAS KOMSOS pada bulan Agustus tahun 2022 mendatang. 

Gereja di Era Digital

Mgr Prof. Adrianus Sunarko, OFM menjadi pembicara pertama yang memberikan materi mengenai Gereja di era digital. Dalam materinya, Uskup Keuskupan Pangkalpinang tersebut mengatakan bahwa dunia digital menawarkan berbagai kemungkinan dan peluang seperti pewartaan yang menjangkau publik yang luas, memungkinkan komunikasi yang efisien dan cepat. 

Namun, dari semua kemudahan tersebut ada masalah-masalah yang ditimbulkan seperti individualisme, keterasingan, ketidaksabaran, keinginan untuk selalu cepat, adiksi, fake community, cyber bullying, dan hal-hal lainnya yang mengubah paradigma dalam berkomunikasi. 

“Pertanyaan yang perlu diajukan terkait fenomena ini dan keterkaitannya dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pewartaan adalah bagaimana mempertahankan transendensi, signifikansi dan relasi melalui media digital tanpa terjebak dalam bahaya-bahaya digital? dan bagaimana mewujudkan perjumpaan Allah yang transendental?,” ujar Uskup Keuskupan Pangkalpinang tersebut. 

Lebih lanjut Monsignor Sunarko mengatakan bahwa Gereja selalu real, dan kita semua perlu menyadari masalah-masalah yang ditimbulkan dari kurang tepatnya penggunaan media sosial. Untuk itu Sabat Digital diperlukan dalam mengambil jarak sementara dari dunia digital dengan mengadakan rekoleksi. Sebagai penggiat Komsos harus selalu fokus pada kebenaran dan tidak mempercayai rumor. Monsignor Sunarko mengajak para peserta yang hadir untuk  menyadari bahwa dunia digital merupakan ruang hybrid yang dimasuki oleh publik maka penting jadinya apabila umat Katolik menjadi Duta Kristus yang mewartakan kebenaran. 

Gereja dan Media Sosial

Prof. Richardus Eko Indrajit yang merupakan anggota pengurus Komsos KWI memberikan pemaparannya terkait Gereja dan Media Sosial. Dalam materinya Ia mengatakan bahwa media sosial bukan sekadar alat untuk berkomunikasi namun merupakan ruang berekspresi dan ruang berkarya bagi manusia modern dalam hidup bermasyarakat dan juga menggereja. Untuk itu, kita semua perlu mengetahui bahwa setiap media sosial memiliki ciri khasnya masing-masing. 

Lebih lanjut Prof. Richardus mengatakan, Gereja perlu beradaptasi menyesuaikan diri dengan era digital saat ini. Gereja perlu mengubah mindset dalam berkarya, bukan sekadar mengajarkan tetapi berjalan bersama mencari Kerajaan Allah melalui pewartaan berita gembira yang menyenangkan. 

“Arena siber atau internet menyediakan 1001 cara untuk menghadirkan Kerajaan Allah dan mewartakan kabar gembira terutama media sosial. Maka Gereja harus datang dan hadir pada setiap relung-relung kehidupan manusia,” tutur Prof. Richardus Eko Indrajit. 

One thought on “Tingkatkan Kapasitas Sebagai Penggiat Komsos di Era Digital, Komsos KWI Gelar Hari Studi Bersama

  1. Pingback: Kegiatan Belajar Bersama Crew Komsos Indonesia - Keuskupan Sufragan Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.