Rekoleksi Sinode Para Uskup Santa Faustina Kowalska, Tajurhalang – Tonjong

Keuskupan Sufragan Bogor menyemarakkan rangkaian acara Sinode Para Uskup untuk sebuah gerakan bersama yang berdasar pada pengalaman iman masing-masing demi menjadi teman seperjalanan untuk Gereja dan masyarakat. Hari ini, sabtu 6 November – Keuskupan Sufragan Bogor mengawali pelaksanaan rekoleksi ini di Paroki St Faustina Kowalska, Tajurhalang. Rekoleksi sepenuhnya dibawakan oleh para fasilitator SC dan OC Keuskupan Sufragan Bogor. Dalam kesempatan yang baik ini, Paroki Santa Faustina, Tajurhalang mendapatkan tema yakni tentang lingkungan hidup sebagai bahan refleksi bersama yang direnungkan dan menjadi gerak bersama melestarikan lingkungan hidup. Para peserta yang mengikuti rekoleksi tentu umat dari Paroki Santa Faustina Kowalska, Tajurhalang

            Rekoleksi ini diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB tentu dengan protokol kesehatan yang ketat.  Kemudian, foto bersama peserta dan juga para fasilitator OC dan SC serta panitia penyelenggara dari paroki. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengarahan ibadat pembuka yang disampaikan oleh RD Yosef Irianto Segu. Kemudian, demi semakin membawa semangat rekoleksi ini, dinyanyikan Mars Paroki Santa Faustina Kowalska dan dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta. Lalu, RD Mikail Endro Susanto menyampaikan sambutan sekaligus membuka rekoleksi ini.

Beliau menyampaikan bahwa communio yang ingin dibangun ialah bagaimana hendaknya berjalan bersama. Oleh karena itu, semua berhak menyampaikan sesuatu dan berkarya serta memberi kesaksian hidup sebagai rangka pewartaan Kristus di tengah dunia. Lebih lanjut Romo Endro mengajak semua untuk melibatkan Roh Kudus dalam rekoleksi. Ibadat pembuka ini dipimpin oleh RD Yosef Irianto Segu dan Suster Dorothea. Semua bersukacita dan penuh khidmat mengikuti ibadat ini. Kemudian, dilanjutkan dengan ice breaking dari fasilitator.

            Rangkaian acara selanjutnya ialah dimulai dengan diberikannya pengantar rekoleksi yang disampaikan oleh fasilitator. Menarik bahwa disampaikan perlunya keterbukaan hati untuk menerima perbedaan, dan kemungkinan terjadinya perubahan.

            Selanjutnya, disampaikan narasi refleksi oleh fasilitator tentang lingkungan hidup sebagai bahan refleksi untuk para peserta rekoleksi. Lingkungan hidup diperlukan manusia untuk memberikan makna bagi hidupnya dalam kehidupan di bumi ini dan bagaimana manusia merasakan serta merawat kasih Allah lewat ciptaan-Nya yang indah. Gereja hendaknya memandang Ibu bumi sebagai rumah kita bersama untuk diisi dan dipelihara dengan sebaik-baiknya bahkan dihormati.

            Setelah dihantar untuk suatu permenungan lebih lanjut dalam sharing bersama kelompok, para peserta masuk ke dalam beberapa kelompok dan men-sharingkan tentang sukacita apa yang dijalani dalam semangat mencintai lingkungan hidup serta bagaimana mereka memaknai dalam hidup sehari-hari mereka. Setelah itu, dilanjutkan dengan istirahat makan siang, lalu kemudian kembali melanjutkan sharing dalam kelompoknya.

            Fasilitator dari Keuskupan yakni Romo Segu juga memberikan peneguhan yang mendalam yakni kita sebagai umat beriman disadarkan untuk selalu mewartakan kabar keselamatan tentang Yesus Kristus kepada semua orang. Gereja tidak pernah berpusat pada diri sendiri saja melainkan memberi kesaksian tentang kasih Allah di tengah dunia. Lalu, hal yang menjadi penting juga yakni saat sharing ditekankan juga tentang ‘Aku’ dan bukan kita, kami dan lain-lain agar sharing yang disampaikan oleh tiap peserta merupakan hasil dari refleksi dan pengalaman iman masing-masing. Dalam kesempatan ini pun ada satu peserta yakni bernama Ludo dari ‘BIR’ yang menyampaikan kesan bahwa rekoleksi ini seru dan menyenangkan. Ludo juga berkata yakni menjaga dan merawat lingkungan hidup itu penting namun juga perlu ditegur bagi mereka yang membuang sampah sembarangan. Dari hal ini kita pun semakin disadarkan untuk mengasihi Allah juga bisa dilakukan dengan merawat lingkungan hidup di sekitar kita sebagai makhluk hidup yang perlu juga untuk diperhatikan.

Kemudian, rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi dan Adorasi Kerahiman Ilahi yang dipersembahkan oleh RD Mikail Endro Susanto, RD Christoforus Lamen Sani, RD Yohanes Suparta, dan RD Yosef Irianto Segu.

KOMSOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.