Perintah untuk Saling Mengampuni

Senin, 8 November 2021

Hari biasa XXXII                                                                                                                        

Keb. 1:1-7;                                                                                                                                    

Mzm. 139:1-3,4-6,7-8,9-10;

Luk. 17:1-6.

Ada banyak ajaran dan perintah Yesus yang sulit untuk dipatuhi secara konsisten. Yesus menawarkan salah satu tantangan itu dalam bagian Injil Lukas ini. Yesus memulai dengan memberi tahu kita bahwa pencobaan akan datang. Terlepas dari seberapa banyak kita tumbuh, seberapa banyak kita membaca bacaan rohani, berdoa, pergi ke Gereja setiap hari, godaan akan datang.

Injil hari ini memperlihatkan bahwa Yesus memberi tahu kita terlepas dari upaya kita untuk menjalani kehidupan yang baik, kita pasti akan tersandung juga. Yesus memperingatkan kita tentang kerusakan besar yang kita lakukan dapat menyebabkan orang lain jatuh terpuruk. Yesus mengilustrasikan bagaimana kita harus terus berupaya untuk mengampuni mereka yang berdosa terhadap kita. Di ayat 4 Ia berbicara tentang skenario dimana seseorang berdosa terhadap kita tujuh kali dalam satu hari. Bahkan jika orang itu menzalimimu tujuh kali pada hari itu, jika dia meminta maaf kepadamu tujuh kali, maka engkau harus memaafkannya. Bayangkan jika kita saling berbuat dosa berkali-kali dalam satu hari. Seberapa besar keinginan kita untuk mengampuni?

Maka dari itu, kita diminta untuk menyadari kata-kata, sikap, dan tindakan kita. Keberadaan kita dengan orang lain seharusnya untuk saling mendukung dan bukan untuk menyesatkan orang lain; bahwa kita telah mengecewakan diri kita sendiri dan mengecewakan orang lain tidak menjadi alasan bagi kita untuk berhenti berusaha memaafkan dan mengasihi orang lain. Kita tidak boleh lupa bahwa proses itu dimulai dari diri kita sendiri. Karena itu patutlah kita bersyukur untuk semua orang yang, melalui kasih karunia Tuhan, membantu kita untuk menghidupi iman kita kepada Yesus. Menyadari kelemahan kita sendiri dan juga menyadari betapa Tuhan begitu perhatian kepada kita, membantu kita untuk menjadi seperti Kristus ketika kita mau untuk mulai mengampuni diri sendiri dan orang lain.

Fr. Bartolomeus Richard Patty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.