Hati untuk Tuhan

Jumat, 12 November 2021

PEKAN BIASA XXXII (M).

St. Yosafat Kunzewich,Usk Mrt

Keb. 13:1-9;

Mzm. 34:2-5;

Luk. 17:26-37

Hari ini Yesus mengingatkan kepada para murid tentang kedatangan-Nya dalam kemuliaan dan kekuasaan. Saat itu tidak ada orang yang tahu kapan, di mana, dan bagaimana. Yesus juga tidak mengatakan dengan jelas kapan waktunya. Waktu kedatangan Anak Manusia tidak menjadi penting jika dalam seluruh hidup ada sikap waspada dan berjaga-jaga. Melihat tanda dan membaca situasi menjadi kepekaan rohani yang senantiasa diperlukan.

Yesus mengajak para murid dan kita semuanya untuk senantiasa mempunyai hati yang terjaga. Selalu waspada dan siap sedia menjadi satu-satunya jalan dalam menantikan kedatangan Anak Manusia yang tidak seorangpun tahu kapan saat dan waktunya. Waspada berarti tidak terlena dengan kemabukan-kemabukan yang membuat diri kita tidak sadar.

Peristiwa air bah di zaman Nuh dan hujan api dan belerang di zaman Lot, yang membinasakan umat manusia, dijadikan gambaran mengenai hari kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya. Pada hari itu, tidak ada lagi waktu untuk mengurus aktivitas harian. Kesempatan untuk bekerja sudah tidak ada lagi karena waktunya sendiri sudah tidak ada. Maka inilah saatnya sekarang ini juga untuk mempersiapkan hari kedatangan Tuhan itu. Orang tidak bisa lagi kembali ke masa lalu atau menunggu di masa depan. Waktunya sudah tidak ada lagi untuk berandai-andai. 

Mempersiapkan kedatangan Tuhan bukanlah nanti, melainkan saat ini. “Sekarang” adalah saat yang tepat untuk mengarahkan diri pada pertobatan. Jika kita hidup setiap hari dengan penuh kasih, kita tidak perlu takut mati. Namun, jika kita menyakiti atau acuh tak acuh terhadap individu dalam kehidupan kita di dunia, kita mungkin mendapatkan “api dan belerang.” Setiap pilihan yang kita buat adalah pilihan yang signifikan! Hari ini (setiap hari) adalah hari yang baik untuk membuat pilihan dan keputusan yang bijaksana dan penuh kasih. Jika kita berusaha untuk hidup dalam kasih selama ada di dunia, kita tidak perlu takut mati! Gerbang surga akan terbuka lebar dan Yesus akan menyelamatkan kita. Dialah yang akan senantiasa menyambut kita dengan tangan terbuka.

Fr. Mikael Galih Pradana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.