Seminar Kebangsaan Harmoni dalam Kebhinekaan

20 November 2021, Komisi HAAK Keuskupan Sufragan Bogor yang diketuai oleh RD Dion Manopo kembali mengadakan seminar untuk tetap mengedepankan kebhinekaan dalam masyarakat beragama yang saling menyapa satu sama lain walau berbeda keyakinan. Pertemuan ini disebut Seminar Kebangsaan Harmoni dalam Kebhinekaan. Seminar ini diselenggarakan di gedung Graha Bina Humaniora, Sentul pada pukul 10.00 WIB dengan registrasi. Seminar ini dihadiri oleh tokoh dan para pemuka agama serta partisipan-partisipan lainnya. Bapak Uskup Bogor yakni Mgr Paskalis Bruno Syukur juga turut hadir dalam seminar kebangsaan ini. Prokes yang ketat pun tetap menjadi hal penting yang sangat diperhatikan oleh panitia agar menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat.

            Kehadiran para tokoh dan pemuka agama ini sungguh disambut dengan hangat oleh panitia. Acara pun dibuka oleh MC dan para tokoh juga pemuka agama disambut dengan suguhan makanan dan minuman serta livemusic yang membuat acara semakin terlihat semarak. Kemudian, begitu juga dengan Mgr Paskalis Bruno Syukur yang dihantar masuk dengan meriah bersama dengan pemuka agama lainnya.

            Setelah itu, acara dilanjutkan dengan mendengarkan penyampaian materi oleh beberapa tokoh dan pemuka agama mengenai berbangsa dan bernegara. Hadir pula seorang pemuka agama terkenal lainnya ialah Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya yang adalah seorang tokoh Muslim yang dihormati oleh segenap warga bangsa. Beliau juga turut menyampaikan hal yang sangat positif untuk didengar oleh semua yang hadir saat itu. Habib Luthfi menyampaikan dan berharap yakni agar semua umat beragama diberikan kedamaian agar bisa memancarkan cahaya-cahaya kedamaian kepada semua orang. Pertemuan ini merupakan anugerah yang luar biasa dan semoga pertemuan ini bisa tumbuh di semua daerah dan wilayah yang menandakan bahwa Indonesia kuat, Indonesia Jaya. Ternyata kekuatan itu bukan berasal dari pertahanan yang kuat saja, namun pertemuan ini juga sungguh menguatkan yang siapapun orang yang ingin memecah belah akan pikir berulang kali. Habib Luthfi juga mengatakan bahwa toleransi itu dasar untuk kebhinekaan. Bilamana toleran itu dikembangkan, kebhinekaan akan semakin kuat dan akan menjadi suatu pelangi yang indah di bumi pertiwi ini.

            Setelah itu, acara juga dilanjutkan dengan ramah tamah antar tokoh dan pemuka agama. Di penghujung acara dinyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai tanda bersatunya semua masyarakat dan tokoh serta pemuka agama yang mau berjalan bersama menjadi teman seperjalanan untuk suatu keutuhan yang berbangsa, bernegara, dan beragama. Selain itu, ada penyerahan plakat sebagai ucapan terimakasih atas terselenggaranya seminar ini kepada para tokoh dan pemuka agama yang hadir serta foto bersama sebagai kenangan dari moment yang sungguh berharga ini.

KOMSOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.