KONFERDA IX WKRI Dewan Pengurus Daerah Keuskupan Sufragan Bogor 19-20 November 2021

Wanita Katolik Republik Indonesia Dewan Pengurus Daerah – Keuskupan Sufragan Bogor, mengadakan konferensi daerah dari hari jumat hingga sabtu untuk membahas beberapa agenda yakni diantaranya mengesahkan pertanggungjawaban Wanita Katolik RI DPD Bogor 2016-2021, menetapkan dan mengesahkan rencana kerja periode 2021-2026 sesuai hasil Kongres XX tahun 2018, memilih dan menetapkan pimpinan Wanita Katolik RI DPD Bogor masa bakti 2021-2026. Konferda ini dilaksanakan di Hotel LOR-IN, Sentul. Peserta yang hadir ialah utusan, peninjau, panitia pelaksana, panitia pengarah dan notulis serta undangan lainnya. Konferda ini juga turut melibatkan RD Petrus Jimmy Jackson Rampengan sebagai penasehat rohani dan beberapa Imam di Keuskupan Sufragan Bogor. Lalu, turut hadir pula Bapak/Ibu dari perwakilan Basolia. Pertemuan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur.

Konferda diawali dengan nyanyian Lagu Indonesia Raya dan Mars WKRI. Setelah itu, sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Ibu Krisna Dewi juga menyampaikan laporan tentang proses konferda selama dua hari ini. Kemudian, dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Sambutan yang pertama ialah dari Ketua Presidium Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Keuskupan Sufragan Bogor yakni Ibu M.F. Nining B. dan sekaligus juga membuka Konferda IX ini. Setelah itu, sambutan berikutnya dari Ketua Presidium DPP, Ibu Justina Rostiawati. Sambutan lainnya juga disampaikan oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur. Beliau menyampaikan bahwa WKRI hendaknya mempunyai semangat untuk berjuang bersama Gereja dan menggerakan sumber daya perempuan untuk memajukan hidup persekutuan, partisipasi, dan misi dalam konteks Gereja Sinodal. Sambutan berikutnya tentu dari Romo Penasehat Rohani yakni RD Jimmy Rampengan. Romo Jimmy mengatakan nilai Injil datang untuk melayani itu sungguh dapat diterapkan oleh WKRI.

            Setelah mendengar sambutan-sambutan, pertemuan dilanjutkan dengan refleksi spiritualitas yang disampaikan oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur. Bapak Uskup menyampaikan beberapa hal yang setidaknya dapat menjadi semangat untuk WKRI ini agar selalu menjadi saluran semangat dan berkat sebagai seorang wanita. Wanita dapat menjadi tangguh dan mau berkarya dalam Negara dan masyarakat hingga Gereja.

            Konferensi ini berlanjut dengan Sidang Pleno 1. Dalam sidang pleno 1 berisi pengesahan rancangan tata tertib konferda IX dan disahkannya jadwal acara konferda IX. Lalu, dilanjutkan dengan sidang pleno 2. Sidang pleno 2 berisi mengenai laporan pertanggungjawaban 2016-2021 dan kepengurusan periode ini didemisioner. Setelah itu, dilanjutkan dengan sidang komisi dan tim yang membahas perihal program kerja untuk periode selanjutnya untuk pengembangan dan peningkatan kualitas organisasi. Pada sidang selanjutnya yakni sidang pleno 3 berisi pembacaan berita acara sidang komisi dan tim serta berita acara sidang pleno 3 ini.

            Keesokan harinya, diawali dengan doa pagi bersama lalu dilanjutkan dengan sarapan bersama serta foto bersama. Sidang kembali dilanjutkan dengan sidang pleno 4. Dalam sidang ini berisi pengesahan tata tertib pemilihan pimpinan, lalu pemilihan pimpinan, serta peneguhan pimpinan terpilih. Setelah itu, dilanjutkan dengan sidang pleno 5 yang isinya adalah pembacaan rumusan konferda IX dan pembacaan SKEP hasil sidang-sidang Konferda IX. Kemudian, sidang ditutup oleh Ibu Krisna Dewi sebagai ketua panitia OC. Setelah itu, konferensi ini dialnjutkan dengan proses pelantikan pimpinan terpilih yang diantaranya ialah pembacaan SKEP, pembacaan janji pengurus, pemberkatan oleh Romo Penasehat Rohani, serah terima memori jabatan lalu sambutan dari pimpinan terpilih, dan penanggung jawab Konferda IX ini menutup Konferda ini yakni Ibu M.F. Nining B.            

Akhirnya terpilihlah Ibu Bernadetha Yudarini Hayarita P sebagai Ketua Presidium DPD Keuskupan Sufragan Bogor, anggota presidium 1 yakni Ibu Krisna Dewi, dan anggota presidium 2 yakni Chatarina Sri Ismidasi. Setelah itu, dikukuhkan oleh Romo Penasehat Rohani yakni RD Jimmy Jackson Rampengan. Semoga Wanita Katolik Republik Indonesia menjadi organisasi yang mau peduli akan Gereja dan masyarakat serta menjadi teladan bagi kaum wanita lainnya agar ber-semangat untuk berjalan bersama demi masa depan Gereja dan masyarakat.

KOMSOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.