Kasih Allah Kekal Abadi

Jumat, 26 November 2021

Pekan Biasa XXXIV

Dan. 7:2-14 ;

Mazmur Tanggapan : Dan. 3:75-81.;

Luk. 21:29-33.

Segala sesuatu di dunia ini dapat berubah dan musnah. Barang-barang yang kita pakai, relasi dengan orang lain, bahkan tubuh kita sendiri dapat berubah dan musnah seiring waktu berjalan. Berbagai usaha dilakukan manusia agar hal-hal duniawi tersebut mempunyai umur yang panjang dan tahan lama.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata bahwa langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Pernyataan Yesus tersebut menunjukkan perbedaan antara hal yang duniawi dan ilahi. Hal yang duniawi mempunyai keterbatasan waktu, sehingga dapat berubah dan hilang. Akan tetapi, hal yang ilahi tidak mempunyai keterbatasan waktu karena memiliki keabadian dari Allah sendiri.

Kita sebagai orang yang percaya pada Kristus selalu dihadapkan pada hal yang duniawi dan hal yang ilahi. Pernyataan Yesus tersebut tidak bermaksud untuk menghindari dan anti terhadap hal yang duniawi, tetapi untuk bersikap secukupnya. Mengapa? Karena kasih Allah kekal abadi sepanjang masa. Allah selalu menyertai kita di dalam setiap perjalanan kehidupan, bukan hal-hal duniawi. Oleh karena itu, mari kita bersikap bijak terhadap segala barang kepemilikan kita dan memahami bahwa yang kekal dan abadi adalah Allah sendiri. 

Fr. Ignatius Bahtiar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.