T E R P E S O N A kemudian T E R L I B A T

30 November 2021

Pesta St. Andreas, Rasul

Rm. 10:9-18;

Mzm. 19:2-3,4-5;

Mat. 4:18-22.

BcO 1Kor. 1:17-2:5

Pastinya, panggilan Para Rasul memiliki pengalaman pribadi yang berbeda-beda. Meskipun pengalaman antar pribadi berbeda, tetapi tetap hanya ada satu tujuannya, yaitu mengikuti Kristus. Kita sebagai pengikut Kristus di zaman ini juga memiliki pengalaman intens dengan sosok Yesus Kristus. Pengalaman inilah yang menguatkan hati, budi, iman, dan tindakan kita untuk berada bersama Kristus.

Hari ini, secara khusus Gereja merayakan Pesta Santo Andreas, Rasul. Ia juga ternyata memiliki pengalaman pribadi yang unik dengan Yesus Kristus. Santo Andreas mengalami pengalaman terpesona dengan pribadi Yesus Kristus, sehingga ia dengan berani meninggalkan segala sesuatunya untuk hidup bersama dengan-Nya.

Nah, bagaimana dengan kita? Apakah kita juga terpesona dengan Yesus Kristus? Apakah dengan keterpesonaan kita kepada Yesus membuat kita terlena dan hanya berhenti pada batas perasaan kagum saja? Saya rasa tidak. Justru karena kita telah terpesona dengan pribadi Yesus Kristus, kita tidak boleh berhenti pada rasa kagum, tetapi kita perlu terlibat dan ambil-bagian dari tugas pewartaan Yesus Kristus tentang Allah. Keterlibatan kita adalah bukti bahwa kita mencintai Allah. Inilah panggilan kita. Kita dipanggil untuk terlibat dalam mewartakan suka cita dan belas kasih Allah. Belas kasih Allah tidak pernah mengenal kata libur. Belas kasih Allah membutuhkan keterlibatan kita yang muncul dari mata, digerakkan dari dalam hati, dan turun ke kaki melalui tindakan aksi nyata yang baik.

Fr. Benedictus Raditya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!