Temu Unio Keuskupan Sufragan Bogor

Unio Keuskupan Sufragan Bogor – 14 Desember 2021. Para Imam Keuskupan Sufragan Bogor mengadakan temu Unio yang diselenggarakan di Aula Magnificat Puspas lantai 4. Pertemuan ini dihadiri oleh kira-kira 50 Imam Keuskupan Sufragan Bogor. Pertemuan para Imam ini membahas beberapa hal guna perkembangan karya pelayanan Unio Keuskupan Sufragan Bogor. Acara dibuka dengan doa pembuka yang dibawakan oleh RD Marselinus Wisnu Wardhana sebagai Ketua Unio periode 2019-2021.

Identitas sebagai Unio Bogor

Setelah itu, pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Mgr Paskalis Bruno Syukur tentang Unio Keuskupan Sufragan Bogor yang mewujudnyatakan persekutuan, partisipasi, dan misi dalam karya dan pelayanan. Bapak Uskup mengatakan Keuskupan yang berkembang dalam karya pelayanannya itu bisa sangat terlihat oleh karena gerak bersama dari para Imam-nya. Bapak Uskup sangat menekankan bagaimana pentingnya persekutuan, partisipasi, dan misi dalam gerak para Imam untuk mewartakan keselamatan. Dari hal ini, kita bisa melihat bahwa berjalan bersama itu bukan hanya berkumpul bersama namun berbagi dan berkarya bersama untuk kebaikan bersama. Bapak Uskup juga menambahkan bahwa Imam itu adalah seorang yang hidup dan berkarya serta diutus. Hidup sebagai seorang Imam berarti mau terlibat aktif dan berkarya, siap sedia untuk melayani serta menghidupi janji-janji imamat nya sebagai seorang yang diutus. Hal yang bisa dilakukan ialah berjalan bersama dan bekerjasama melayani dengan rendah hati serta mempunyai attitude yang baik.

Tahun Ekaristi : Ekaristi Menyuburkan Semangat Toleransi bagi Gereja Sinodal

            Keuskupan Sufragan Bogor menyambut tahun pastoral 2022 ini dengan membawa semangat Tahun Ekaristi ini sebagai cara untuk semakin menghidupi dan mempelajari serta mengajarkan katekese kepada seluruh umat beriman. Dalam mewartakan melalui pengajaran iman, Gereja tetap kembali berpegang pada sumbernya namun membarui diri agar model katekese iman yang diajarkan ini sungguh membawa umat beriman pada transformasi diri yang lebih baik lagi.

            Hal yang perlu ditanamkan dalam pribadi setiap Imam salah satunya ialah toleransi dalam hidup beragama. Cara yang bisa dilakukan ialah dengan mengadakan seminar, safari toleransi, ekaristi tema tanah air, dan lain halnya. Semua ini sungguh akan membawa kita untuk me-refleksikan bahwa berjalan bersama itu bisa dengan menyapa orang lain di sekitar kita dan membawa sukacita bagi sesama,

            Setelah mendengarkan pemaparan dari Bapa Uskup, RD Yohanes Suparta atau yang akrab disapa Romo Parto menyampaikan beberapa hal terkait dengan pelaksanaan sinode untuk para Imam dan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan oleh setiap dekanat. Kemudian, Ekonom Keuskupan yakni RD Andreas Arie Susanto juga menyampaikan hal-hal terkait dengan aset dan harta benda Gereja. Kemudian, dilanjutkan kembali dengan pemaparan dari RD Marselinus Wisnu Wardhana tentang kronik kegiatan yang dilakukan oleh para Imam Unio Keuskupan Sufragan Bogor. Kronik ini tentu mewarnai gerak bersama dan karya pelayanan para Imam.

RD Yosef Sirilus Natet sebagai Ketua Unio Keuskupan Sufragan Bogor

            Dalam kesempatan yang baik ini, para Imam mengadakan pemilihan untuk Ketua Unio yang baru. Setelah melalukan penghitungan suara, RD Yosef Sirilus Natet akhirnya menjadi Imam yang terpilih untuk menjadi Ketua Unio periode 2022-2025. Seluruh Unio para Imam Keuskupan Sufragan Bogor mengucapkan selamat kepada RD Yosef Sirilus Natet dan selamat bekerja untuk terus mempererat persaudaraan para Imam di Keuskupan Sufragan Bogor ini.

            Tuhan Memberkati.

KOMSOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!