Melihat dengan Jelas

Loading

Rabu, 16 Februari 2022

Yak 1:19-27

Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab5

Mrk 8:22-26

“Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” Yak 1:19

Perkembangan budaya komunikasi dan informasi semakin cepat dan canggih. Satu sisi, perkembangan tersebut mempermudah kehidupan manusia, namun di sisi lain manusia kesulitan untuk melihat dan menilai kebenaran dalam segala informasi yang tak terbendung. Ancaman yang sering mengganggu ialah penyebaran HOAX, ujaran-ujaran kebencian, hingga tindakan kekerasan dalam ruang media sosial.

            Melalui permenungan bacaan pada hari ini, kita kembali diingatkan bahwa fenomena itu bisa terjadi karena kita lambat untuk mendengar, tetapi sangat cepat untuk berkata-kata, cepat pula untuk marah. Sebelum kita melihat dan mendengar fakta sesungguhnya, kita telah lebih dahulu cepat untuk berbicara, cepat menggunakan jari jempol kita untuk menyebarkan berita yang belum jelas, atau cepat pula untuk berkomentar pedas. Dalam gambaran kisah Injil, kita seperti seorang buta yang belum sembuh seutuhnya, kita masih samar-samar dalam melihat segala sesuatu.

            Dalam situasi yang demikian, kita diajak agar senantiasa mengambil jeda sejenak untuk mendengar dan melihat segala sesuatu dengan lebih jelas, sebelum cepat-cepat berbicara atau berkomentar. Di tengah keraguan atau keabu-abuan, kita bisa belajar untuk pertama-tama datang kepada Yesus Sang Kebenaran dan memohon agar kebutaan kita disembuhkan, agar mata kita dimurnikan. Dengan demikian, kita dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (Mrk 8:25) sehingga apa yang kita bagikan dan wartakan adalah kebenaran dan dengan cara yang benar pula. 

Fr. Agustinus Widyawan Purnomo Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks