Roti Tak Berasa Yang Menyelamatkan

Sabtu, 04 Juni 2022

Bacaan pertama        : Kisah Para Rasul 8:1b-8

Bacaan injil                : Yohanes 6:35-40

Mazmur Tanggapan : Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a

Kita sebagai umat Katolik, tentu menempatkan sakramen Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan kristiani yang sangat mendalam. Sakramen Ekaristi membawa umat beriman kepada kehidupan ilahi dan kesatuan mesra umat Allah yang terpadu melalui sebuah liturgi surgawi yang dikuduskan menuju pada kehidupan kekal bersama Bapa di surga. Kehadiran Yesus Kristus di dalam Sakramen Ekaristi berupa roti dan anggur secara total dalam bentuk Allah dan manusia. Kehadiran-Nya bukan semata-mata untuk melengkapi Sakramen Ekaristi agar terlihat lebih agung, akan tetapi kehadiran-Nya ingin menunjukkan bahwa Ekaristi merupakan suatu pusat hidup umat kristiani. Pusat berarti benar-benar berasal dari Yesus Kristus sendiri yang tak tergantikan. Pengorbanan-Nya bukanlah suatu kebetulan, namun benar-benar tindakan yang harus dilakukan karena besar-Nya cinta kepada umat manusia.

Saudara-saudari sekalian, dalam Injil kita telah melihat Yesus Kristus mengatakan, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi!” Roti hidup yang telah kita ambil dengan ikut bagian dalam Ekaristi menjadi tanda dan sarana kesatuan umat beriman dengan Allah. Secara lebih jelas, roh kudus yang mampu mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus, juga mampu mengubah jerih payah, kesedihan, keringat dan perjuangan umat beriman menjadi roti kehidupan dan minuman keselamatan. Roti hidup yang telah dimaklumkan oleh Kristus, hendaklah menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap setia bersamanya hingga kematian dan kehidupan kekal datang.

Maka dengan menggambarkan diri-Nya sebagai Roti Hidup, Yesus secara langsung menyatakan bahwa diri-Nyalah yang menopang kehidupan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Seperti halnya roti menopang kehidupan jasmani maka Yesus menopang kehidupan rohani. Dengan menerima Roti Hidup-Nya, umat beriman akan bersatu dengan yang ilahi. Roti itu tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menyelamatkan hidup. Oleh sebab itu, marilah kita semua ikut mengambil bagian dalam Sakramen Ekaristi dan bertindak secara nyata seturut dengan kehendak-Nya.

Fr. Joel Roberto Dos Santos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!