Rekoleksi Para Pastor Keuskupan Bogor Lengkapi Persiapan Jelang Pembaruan Janji Tahbisan dan Persiapan Pekan Suci

Loading

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Aula Magnificat lantai 4 Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor yang berada di Jalan Kapten Muslihat No.22, Bogor pada hari Senin (3/4/2023) dipenuhi oleh kehadiran para Pastor Diosesan dan Tarekat Religius yang berkarya di Keuskupan Bogor. Kehadiran mereka adalah untuk mengikuti rekoleksi sebagai persiapan sebelum melakukan pembaruan janji tahbisan yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya yaitu hari Selasa (4/4/2023) di Paroki BMV Katedral, Bogor. 

Rekoleksi pada hari ini dibimbing oleh RD Andreas Bramantyo yang menyampaikan materi dengan tajuk “Peran Imam Dalam Tahun Pastoral: Gereja Sinodal Berkatekese”. Dalam materinya, Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Bogor tersebut mengajak para Pastor peserta rekoleksi yang hadir untuk merefleksikan bersama peran seorang Pastor sebagai Imam yang terlibat dan mengambil bagian pada tahun pastoral Gereja Sinodal Berkatekese dengan kekhasannya sebagai seseorang yang tertahbis. 

Pastor yang ditahbiskan pada 4 Agustus 2009 tersebut mengawali materi dengan menjelaskan hal-hal terkait katekese. Ia pun menyampaikan terkait tujuan akhir dari katekese yang adalah menempatkan seseorang dalam persekutuan yang intim dengan Yesus Kristus sebagai pusat hidup Kristiani dan oleh karena itu menjadi pusat kegiatan katekese. Untuk dapat mencapai tujuan dan menjalankan tugas-tugas katekese tersebut, dibutuhkan katekese yang sungguh bonum, verum dan pulchrum. 

“Melalui katekese, kehadiran Gereja sungguh nyata dan hidup. Katekese mempunyai tugas untuk membangun Gereja Sinodal yang bersekutu, berpartisipasi, dan bermisi,” tuturnya. 

Di sela-sela penjelasan materi, Pastor Andre mengundang beberapa perwakilan pastor untuk membagikan pengalamannya di karya penugasannya masing-masing. 

Pastor Andre pun melanjutkan materinya dengan memaparkan terkait panggilan para Imam yang menjadi pesan dari Paus Yohanes Paulus II dalam Konferensi Para Uskup Eropa tanggal 8 Mei 2003, yang mengungkapkan bahwa dalam konteks Gereja Sinodal Berkatekese, para Imam dipanggil untuk menganimasi, mengkoordinasi dan mengarahkan kegiatan katekis komunitas yang telah dipercayakan padanya serta memikirkan dan menggerakkan panggilan serta pelayanan katekis-katekis. 

“Langkah awal yang dapat dilakukan oleh Para Pastor sebagai Imam dalam memulai sebuah karya pewartaan adalah duduk bersama dan mendengarkan. Mendengarkan sesama dalam kesadaran membuat kita mengetahui apa yang terjadi dalam dunia. Mendengar tidak hanya pada sesama tetapi mendengarkan Roh Kudus yang menjadi sumber kekuatan kita. Mendengar menjadi salah satu cara yang verum (benar), bonum (baik), dan pulchrum (indah). Dengan mendengar, para Imam diharapkan mampu mewujudkan iman yang hidup, eksplisit, dan operatif,” ujar Pastor Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung tersebut menyampaikan. 

Rangkaian proses rekoleksi pada hari ini pun ditutup dengan ibadat dan pelaksanaan Sakramen Tobat bagi para Pastor untuk lengkapi persiapan pembaharuan janji Imamat dan Pekan Suci. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!