Mgr Paskalis: “Terima Kasih Untuk Kesetiaan Kalian!”, Kepada Para Pastor Dalam Misa Pemberkatan Minyak Suci dan Pembaruan Janji Tahbisan 

Loading

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Iringan lagu dan nyanyian yang dibawakan oleh koor dari para Seminaris Seminari Menengah Stella Maris Keuskupan Bogor mengiringi langkah Uskup  serta para Pastor Diosesan dan Tarekat Religius yang berkarya pelayanan di Keuskupan Bogor memasuki Gereja Paroki BMV Katedral, Bogor. Pada hari ini, Selasa (4/4/2023) pagi, diadakan Misa Pemberkatan Minyak Suci dan Pembaruan Janji Tahbisan. Para Suster, Bruder, Frater serta puluhan umat turut hadir dalam Misa yang dilaksanakan setiap tahun pada hari Selasa sebelum Tri Hari Suci ini.  

Misa dirayakan secara konselebrasi, dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur didampingi oleh RD Yohanes Suparta selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor dan RD Paulus Haruna selaku Pastor Paroki BMV Katedral, Bogor. 

Berjalan Bersama Membangun Kerajaan Allah 

Dalam homili yang disampaikan, Mgr Paskalis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Pastor yang berjalan bersama dan bekerja bersama dengannya dalam karya pelayanan di Keuskupan Bogor. Ia turut menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan karena kesetiaan dan semangat kolegialitas yang dimiliki oleh para Pastor. 

“Tuhan memanggil para Pastor sebagai Imam untuk diutus agar janji Tuhan menjadi konkrit di dalam kehidupan kita. Para Imam tersebut adalah orang-orang yang memenuhi janji Tuhan tersebut. Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang terus menerus menepati janjinya. Apapun karakter yang dimiliki oleh para Imam, kita meyakini bahwa mereka adalah orang-orang yang diutus oleh Tuhan untuk menggembalakan seperti Yesus agar domba-domba tetap satu dan Kudus. Para Imam dan Uskup tampil sebagai orang-orang yang memiliki cita-cita dan tekad untuk itu,”

Misi dan tanggung jawab para Pastor adalah menjadi saksi iman yang bukan hanya sebuah ideologi namun juga nilai yang dihidupi untuk mewarnai kehidupan di dalam Gereja Katolik.  Mgr Paskalis kembali menegaskan bahwa misi dan tanggung jawab orang Katolik adalah menghidupi iman kita dan menjadi saksi Allah melalui tindakan hidup yang dilakukan. 

Lebih lanjut, Mgr Paskalis menjelaskan bahwa berkat rahmat tahbisan para Imam benar-benar setia dalam mengikrarkan diri dalam jalan bersama di dalam kolegialitas. Dalam konteks pembaruan janji tahbisan, Mgr Paskalis berharap agar para Pastor sungguh-sungguh berkarya bersama dengan rekan imamatnya. Sehingga tantangan dan kesulitan dalam karya pelayanan dapat dihadapi bersama. Menurut Mgr Paskalis, disitulah Pastor sebagai seorang Imam Katolik hidup sesuai dengan ajaran Kristus. 

Melalui tahbisan, para Pastor siap untuk melayani yang lain dari belenggu kesulitan. Kehadiran para tertahbis dengan rahmat karunianya maka belenggu tersebut dapat terbebaskan. Orang yang diutus siap untuk membawa kabar baik melalui sakramen-sakramen dan membawa kebaikan bagi sesama. 

“Melalui imamat ministerial, baik Uskup dan Imam mestilah menjadi yang bisa menghidupi Gereja Sinodal menjadi nyata melalui hidup kita. Marilah kita menjadi manusia yang berdoa karena melalui doa kita mendapatkan kekuatan,” ajak Mgr Paskalis kepada para Pastor dan umat yang hadir.

Memperbarui Janji Tahbisan, Sebuah Penghayatan akan Kesetiaan

Uskup dan para pastor memperbarui janji tahbisannya sebagai sebuah penghayatan kesetiaan akan janjinya serta mewujudkannya dalam kehidupan imamatnya yakni setia menjalani tugas pelayanan. Sebelum memperbarui janji imamatnya, Uskup dan para pastor telah menjalani rekoleksi dan sakramen pertobatan pada hari Senin (3/4/2023) lalu. 

Dalam pembaruan janji tahbisan, para Gembala Keuskupan Bogor tersebut berjanji untuk hidup lebih bersatu kepada Tuhan Yesus Kristus, berusaha menjadi serupa dengan Dia di dalam setiap rupa tugas pelayanan yang dijalankan, serta meninggalkan diri untuk lebih setia kepada komitmen yang diikrarkan saat tahbisan yaitu komitmen untuk merayakan Ekaristi dan pelayanan sakramen-sakramen Gereja, memaklumkan Sabda Tuhan, dan melaksanakan pelayanan karya Cinta Kasih Kristus. 

Pemberkatan Minyak Suci

Usai pembaruan janji tahbisan, Uskup serta para pastor memberkati tiga jenis minyak suci yang akan digunakan dalam Sakramen Gereja. Ketiga jenis minyak itu adalah; 

  1. Minyak Katekumen atau Oleum Catecumenorum, minyak ini digunakan untuk memberkati calon baptisan 
  2. Minyak Krisma Suci atau Sacrum Crisma, minyak ini digunakan Uskup dan para Pastor untuk tahbisan episkopal, tahbisan presbyterat, tahbisan diakonat, pengudusan gereja, pengudusan altar, serta beberapa kepentingan liturgi lainnya 
  3. Minyak untuk orang sakit atau Oleum Infirmorum, minyak yang digunakan untuk pengurapan orang sakit 

Di dalam Gereja Katolik, minyak suci melambangkan daya kuasa Allah yang menyembuhkan, daya kuasa Allah yang memberi kekuatan bagi perjuangan hidup, serta melambangkan penyertaan Allah dalam tugas perutusan dan kepemimpinan. Ketiga jenis minyak yang telah diberkati tersebut akan dibagikan kepada para pastor paroki untuk disimpan di tempat yang terhormat dan dipergunakan dalam keperluan di paroki masing-masing. 

Sebelum mengakhiri Misa, Mgr Paskalis menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasihnya kepada para Pastor yang berkarya di Keuskupan Bogor yang menjalankan tugas perutusannya dengan baik, termasuk kepada para pastor yang tengah diutus untuk menjalankan tugas bermisi di keuskupan lain maupun bertugas untuk studi di luar negeri. Ia pun mengajak para umat turut mendoakan setiap karya pelayanan yang Ia dan para pastor jalankan di Keuskupan Bogor. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!