Rangkaian Penyelenggaraan Kegiatan Temu Kanonis Regio Jawa Plus di Keuskupan Bogor

Loading

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Keuskupan Bogor menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Kanonis Regio Jawa Plus. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-24 Agustus 2023 yang bertempat di Wisma Tugu Wacana, Cisarua, Bogor. Temu Kanonis merupakan sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk saling belajar tentang isu-isu aktual serta mendiskusikan pelayanan tribunal yang bertujuan untuk menuntun umat menemukan belas kasih Allah.

Pada tahun ini, Temu Kanonis Regio Jawa Plus mengusung tema yang bertajuk “Ada Pidana di Dalam Gereja?”. Kegiatan dihadiri oleh para Pastor dan staff tribunal awam yang berasal dari Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Bogor, Keuskupan Bandung, Keuskupan Surabaya, Keuskupan Malang, Keuskupan Purwokerto, dan Keuskupan Tanjungkarang.

Di hari pertama, rangkaian kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Bogor yaitu Monsinyur Paskalis Bruno Syukur didampingi oleh RD Yohanes Driyanto dan Yustinus Joned Saputra. 

Di dalam homili yang disampaikan oleh Monsinyur Paskalis, Ia mengungkapkan tentang penting kiranya para kanonis mendampingi, dan membimbing umat yang tengah menghadapi persoalan ataupun juga yang bukan hanya tengah menghadapi persoalan, tetapi juga membutuhkan peneguhan. 

“Melalui pengetahuan yang disediakan oleh Gereja, dalam Kitab Hukum Kanonik itu, hemat saya, kita menjalankan peran Allah sendiri!” pesan Uskup Keuskupan Bogor tersebut yang diungkapkan seraya menyinggung bacaan Injil yang mengisahkan Allah yang berbelas kasih kepada umat Israel. 

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan antar para peserta dan sharing aktualia dari masing-masing keuskupan dan ditutup dengan ibadat malam. 

Adakah Pidana Dalam Gereja?

Pada hari kedua, yaitu tanggal 22 Agustus 2023, kegiatan diisi dengan pemaparan materi bertajuk “Adakah Pidana Dalam Gereja?” yang disampaikan oleh RD Yohanes Driyanto. Mula-mula Vikaris Yudisial Keuskupan Bogor tersebut menyampaikan tentang pengertian bahwa Gereja itu Persona Moralis atau Persona Moral. Ada atau terbentuknya bukan karena keputusan dan persetujuan manusia atau lembaga manusiawi melainkan beralaskan pada disposisi Ilahi yang berada di luar tatanan hukum atau ordinamento manusiawi.

Lebih lanjut, Romo Driyanto menyatakan bahwa Gereja didirikan oleh Yesus dan Yesus sudah mempersiapkan itu baik dari pemimpinnya maupun Gerejanya. Hal tersebut terumuskan sebagai kelompok sosial dengan Credo, Sakramen dan Pemerintahan Paus.

“Berdasarkan pada disposisi Ilahi itu Gereja Katolik dan Tahta Suci tahap demi tahap semakin kuat dan mewujud nyata dan operatif. Bersamaan dengan itu dimilikinyalah hak dan kewajiban tertentu yang tidak tergantung pada kuasa lain. Selain menikmati otonomi atau kebebasan dari ordinamento lain, Gereja Katolik dan Tahta Suci dituntut dirinya sendiri untuk mencapai tujuannya yang khas,” tutur Pastor yang ditahbiskan pada 1 Februari 1992 tersebut.

Kemudian Ia pun menambahkan bahwa demi tujuan yang utama dan khas, Gereja memiliki hak asli untuk menciptakan atau membuat tatanan hukum atau ordinamento sendiri bagi umat Allah. Lebih khusus, Gereja berhak membuat undang-undang (leges) dan perintah (pracaepti) untuk mencapai tujuannya. Undang-undang adalah disposisi rasional dengan tujuan kebaikan umum. Perintah adalah dekret yang secara langsung dan legitim mewajibkan seseorang atau orang-orang tertentu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu terutama mendorong pelaksanaan undang-undang. 

Usai pemaparan materi dari Romo Driyanto, kegiatan dilanjutkan dengan studi kasus. Dalam kegiatan ini, peserta saling berdiskusi tentang kasus yang dilontarkan dan memberikan masukan-masukan terkait pemecahan kasus. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan pembahasan Rencana Tindak Lanjut yang akan dijalankan di masing-masing keuskupan. 

Rekreasi Bersama  

Kegiatan Temu Kanonis Regio Jawa Plus di hari ketiga yaitu di tanggal 23 Agustus 2023 diisi dengan kegiatan rekreasi bersama ke Taman Safari, Cisarua, Bogor. Tampak para peserta bersukacita bersama dalam kegiatan rekreasi bersama ini. Sekembalinya dari Taman Safari, kegiatan dilanjutkan dengan karaoke bersama. 

Kegiatan Penutup 

Akhirnya rangkaian kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dirayakan secara konselebrasi dipimpin oleh RD Yohanes Driyanto didampingi RD Marselinus Wisnu Wardhana dan Diakon Dismas Aditya. 

Cicilia Vonny/Maria Dwi Anggraini 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!