Ratu Rosario

Loading

Sabtu, 07 Oktober 2023

PW Santa Perawan Maria, Ratu Rosario (P)

Bacaan I: Kis. 1:12-14

Mazmur: MT Luk. 1: 46-57, 48-49,50-51, 52-53,54-55

Injil: Luk. 1:26-38

Hari ini Gereja Universal (Katolik) memperingati Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Ratu Rosario merupakan salah satu julukan bagi Bunda Maria. Lalu, apa itu Rosario? Rosario atau rasary artinya “bunga mawar.” Sebagaimana yang kita ketahui bahwa bunga Mawar adalah ratu bagi semua bunga. Demikian juga dengan doa Rosario, dimana doa rosario adalah induk atau ratu dari semua devosi.

Itu sebabnya, dalam penampakannya kepada sejumlah orang, Bunda Maria berpesan agar mereka selalu mendasarkan doa Rosario. Sebagaimana yang dipesannya kepada anak-anak di Fatima agar mendoakan rosario setiap hari. “Berdoalah Rosario setiap hari…berdoa, berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silih bagi para pendosa…akulah Ratu Rosario…pada akhirnya hatiku yang tak bernoda akan menang.” Demikian juga Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik Rosarium Virginis Mariae no.5 menulis bahwa doa Rosario adalah “salah satu tradisi kontemplasi kristiani yang terbaik dan paling berharga”.

Lalu, pertanyaannya adalah apakah doa Rosario berpusat pada Bunda Maria? Tentu tidak demikian. Doa Rosario tidak berpusat pada Bunda Maria. Meskipun ciri-ciri doa tampak berpusat pada Bunda Maria, namun sebenarnya doa Rosario berpusat pada Kristus sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Paus Yohanes Paulus II bahwa doa Rosario adalah doa batin atau doa Yesus, doa yang terarah atau terpusat pada Yesus (bdk. RVM. No 4).

Hal ini tampak dalam setiap peristiwa. Dalam peristiwa Gembira, bagian nomor satu dikatakan bahwa “Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel.” Dari sini kita bisa melihat bahwa doa Rosario adalah gema dari Bunda Maria sendiri untuk memuji Karya Tuhan yang menyelamatkan manusia yang dimulai dari inkarnasi Yesus dalam rahimnya. Sebagaimana yang kita dengar dalam bacaan Injil hari ini, yaitu Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Bunda Maria untuk menyampaikan bahwa Bunda Maria akan mengandung seorang anak laki-laki dan akan menamai Dia, Yesus, (bdk. Luk.1:31).

Melalui doa rosario, kita meminta agar kita selalu dalam bimbingan bunda Maria untuk memandang wajah Kristus dan mengalami kasih-Nya. Dengan begitu, kita akan memperoleh rahmat dari Allah. Sebagaimana yang Bunda Maria terima rahmat Allah melalui Malaikat Gabriel. Kita bisa memohon rahmat itu terutama agar kita dapat menghadapi segala tantangan dan cobaan dalam realitas kehidupan.

Sebagaimana yang dialami Bunda Maria, dimana dalam proses mengandung Yesus, ia selalu dihadapkan pada berbagai cobaan. Namun, ia mampu menghadapi dan melewatinya. Seperti Yusuf, suaminya hendak menceraikannya. Bahkan menyaksikan Putra-Nya disiksa hingga wafat di kayu salib. Meski demikian, ia tetap tegar menghadapinya. Oleh karena itu, pada peringatan santa perawan Maria, Ratu Rosario, mari kita senantiasa menjadikan doa rosario sebagai bagian dari hidup kita.

*******

Fr. Vabianus Louk

Seminaris Skolastikat IV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks