Bacaan I : Yoel 3:12-21
Mazmur : Mzm. 97:1-2,5-6,11-12
Injil : Lukas 11:27-28
Budi memiliki sebuah pengalaman yang membahahgiakan dalam hidupnya, hal ini dikarenakan Budi yang masih duduk dibangku SMP mendapatkan sebuah hadiah yang sangat membuat hatinya berbahagia. Hadiah itu berupa sebuah playstation 5 yang diberikan oleh orang tuanya. Barang itu menjadi salah satu impian Budi semenjak hari pertama barang itu rilis. Hadiah itu merubah segalanya dlam hidup Budi, bahkan Budi menjadi orang senantiasa mengungkapkan kebahagiaannya atas hadiah itu, akan tetapi setelah beberapa bulan Budi merasa bosan dengan playstation 5 itu dan hanya sesekali memainkannya tidak seperti dulu saat pertama kali mendapatkannya.
Saudara-saudari terkasih, pada hari ini Injil ingin mengingatkan kita pada sebuah hadiah yang Tuhan berikan kepada kita semua sebagai umatnya yaitu, Sabda Tuhan. Terkadang dalam sebuah momen ketika kita mendengar sabda Tuhan secara langsung maupun melalui media sosial, hati kita merasa tersentuh dan diri kita seakan-akan menemukan kembali sebuah jalan yang harus kita jalani. Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah pemberian yang sangat berharga dari Tuhan. Sabda yang kita dengarkan seringkali menjadi sebuah pedoman dalam hidup kita dan membuat kita menyadari bahwa apa yang selama ini kita lakukan semuanya adalah sebuah rencana yang datangnya dari Tuhan.
Akan tetapi, terkadang kita menjadi seperti Budi yang hanya berbahagia dan bersemangat pada saat pertama kali menerima hadiah itu, perjalanan waktu dengan berbagai kesibukan dan dinamika kehidupan yang kita hadapi membuat kita lupa akan hadiah yang Tuhan berikan kepada kita. Kita hanya berbahagia di awal dan kemudian berhenti untuk kembali berharap padanya, bukan karena tidak ingin namun karena kita terlalu larut dalam kesibukan kita dan seakan-akan kita hanya datang pada Tuhan saat kita kehilangan arah dan bingung akan apa yang harus dilakukan.
Kutipan dalam Injil hari ini “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan memeliharanya” harusnya menyadarkan diri kita bahwa, tugas kita didunia ini bukan hanya berusaha untuk hidup. Akan tetapi, kita perlu melihat dan mendengar sabda Tuhan itu dan menanamkannya dalam diri kita. Ingatlah bahwa seorang gembala akan memilih untuk mencari satu domba yang hilang dan ketika mendapatkannya hatinya akan sangat bersukacita, begitu juga Tuhan yang selama ini berusaha mencari dan menyadarkan kita melalui hal-hal yang terkadang tidak kita duga. Kita yang menerima Sabda Tuhan harusnya senantiasa terus mendengarkannya dan memelihara sabda Tuhan dalam hati kita, hingga pada akhirnya kita menyadari bahwa Tuhan selalu menemani kita. Tuhan memberkati
Fr. Giovanni Christian Tholla

