KEUSKUPANBOGOR.ORG- Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Misi Nasional dan Hari Pangan Sedunia yang diadakan di Keuskupan Bogor, dilaksanakan kegiatan Seminar Misi pada tanggal 13 Oktober 2023 di Paroki Hati Maria Tak Bernoda, Cicurug, serta Seminar Kesehatan dan Pasar Murah pada tanggal 14 Oktober 2023 yang dilaksanakan di Sekolah Mardi Yuana, Cicurug.


Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Komunitas Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK). Menurut dr. Irene Setiadi selaku Ketua Umum KBKK, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini berlangsung karena sesuai dengan nama komunitas yang sehati sejiwa dan mempunyai visi dan misi yg sama yaitu berkumpul untuk membaktikan diri untuk sesama kelompok KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel) adalah panggilan Gereja.
Pelaksanaan Seminar Misi
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Oktober 2023 diisi dengan Seminar Misi yang dibawakan oleh dr. Irene Setiadi. Beliau adalah penggerak Komunitas Bakti Kasih Kemanusiaan atau dikenal dengan KBKK. KBKK adalah wadah bagi kelompok Imam, Tarekat Religius, dan awam yang disatukan dalam semangat yang sama yaitu spiritualitas misioner dan mewujudnyatakan dengan berbagi waktu, talenta, doa, derma, kurban dan kesaksian untuk pergi ke tempat-tempat terutama ke daerah bencana alam, dan kegiatan kemanusiaan.
KBKK terbentuk pada tahun 2000 saat banyak terjadi konflik horizontal di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Atambua, Palu, Ambon, dan Papua. Saat itu, para anggota KBKK pergi dengan semangat misi menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Selain itu, KBKK juga bermisi dalam membantu korban bencana alam di lokasi kejadian.
“Kami mencoba menghidupi iman kami dengan perbuatan nyata terhadap sesama,” tutur dr. Irene.
Selain seminar misi, kegiatan pada hari ini diisi dengan pengajaran lectio divina, praktek doa dengan merenungkan ayat Kitab Suci dan meresapi firman-Nya di dalam kehidupan diri.
Seminar Kesehatan
Pada hari kedua, yaitu di hari Sabtu, 14 Oktober 2023, kegiatan diisi dengan seminar-seminar kesehatan yang dibagi berdasarkan kelompok usia, yaitu usia remaja dan usia dewasa. Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan ini ada 187 orang dan tampak wajah antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.
Dalam seminar kesehatan yang ditujukan kepada usia remaja, seminar diadakan secara interaktif dibawakan oleh dr. Irene. Hal yang dibahas adalah mengenai penyalahgunaan narkoba, rokok, dan hal-hal yang dapat merusak kesehatan bagi usia remaja.
Sedangkan dalam seminar kesehatan yang ditujukan kepada usia dewasa, topik yang dibahas terkait penyakit tidak menular seperti kolesterol, asam urat dan gula darah dalam tubuh. Dalam kesempatan ini, peserta diberikan edukasi terkait pencegahan penyakit tersebut dengan menggiatkan pola hidup dan pola makan sehat.









