Pertemuan Dewan Keuangan Paroki Sekeuskupan Bogor

Loading

keuskupanbogor.org – Tugas dan peran Dewan Keuangan Paroki (DKP) amat penting dalam mengatur serta mengelola keuangan dan harta benda dalam sebuah paroki. DKP merupakan sebuah badan konsultatif yang terdiri dari umat beriman Katolik yang dibentuk oleh Pastor Paroki dan disahkan oleh Uskup guna membantu Pastor Paroki dalam perekonomian dan pengelolaan harta benda Gereja. (bdk. Kan 537)
Tujuan dari adanya dewan keuangan di sebuah paroki adalah sebagai badan konsultatif yang membantu Pastor Paroki dalam membuat kebijakan-kebijakan di bidang perekonomian dan pengelolaan harta benda Gereja dan sebagai wadah struktural serta fungsional yang membantu Pastor Paroki dalam melaksanakan tanggung jawab di bidang perekonomian dan pengelolaan harta benda Gereja. Oleh sebab itu, maka merupakan kewajiban bila di setiap paroki memiliki dewan keuangan yang diatur berdasarkan hukum universal maupun hukum partikular yang dikeluarkan oleh Uskup.
Karena pentingnya peran dan tugas dewan keuangan di dalam sebuah paroki, maka Keuskupan Bogor melalui Ekonom dan Dewan Keuangan Keuskupan Bogor (DKKB), menggelar kegiatan yang mengundang para DKP Sekeuskupan Bogor pada hari Minggu (21/1/24) pagi di Aula Magnificat Lantai 4 Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor. Kegiatan diisi dengan pemaparan materi-materi terkait dengan kebijakan keuangan, pengelolaan keuangan dan pencatatan aset paroki.

Dipercaya Untuk Turut Ambil Bagian
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dirayakan secara konselebrasi dipersembahkan oleh RD Yohanes Suparta, RD Andreas Arie Susanto, RD Bonifasius Heribertus Beke, RD Ignatius Heru Wihardono dan Yustinus Monang Damanik. Di dalam homili, RD Yohanes Suparta menyinggung tentang tugas perutusan yang telah diberikan kepada Tuhan kepada semua umatNya. 

“Tujuan Tuhan dalam memberikan perutusan kepada umatNya adalah demi keselamatan. Melalui bacaan-bacaan pada hari ini, ada perbedaan sikap yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut. Namun pada akhirnya tokoh-tokoh tersebut taat kepada Tuhan dan melaksanakan tugas yang dipercayakan demi keselamatan umatNya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor tersebut menegaskan peran dewan keuangan di paroki dipercaya untuk turut ambil bagian dalam memberikan keselamatan bagi banyak orang, dalam konteks ini adalah mengelola harta benda Gereja.

“Semoga kita sungguh mengungkapkan tugas kita dengan baik. Semoga kita dapat mencari surga melalui tugas kita ini,” harapnya.


Saling Meneguhkan Dalam Tugas Pelayanan

RD Andreas Arie Susanto selaku Pastor Ekonom Keuskupan Bogor menyampaikan bahwa pada acara di hari ini menjadi sebuah kesempatan untuk dapat bersukacita bersama dan saling meneguhkan dalam tugas pelayanan sebagai dewan keuangan di paroki. 

“Saya dibantu kalian semua dalam pengelolaan harta benda Gereja Partikular. Semoga kedepannya kita dapat berjalan bersama dan bersama-sama memberikan yang terbaik bagi Keuskupan Bogor,” tegas Pastor Arie. 

RD Yohanes Suparta turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dewan keuangan paroki yang telah hadir pada hari ini karena telah membantu Keuskupan Bogor dalam mengelola harta benda Gereja. 

“Mari kita berjalan bersama Allah, Gereja, dan umat beriman,” tutupnya.

Pemaparan Terkait Pengelolaan Aset dan Keuangan

Usai Perayaan Ekaristi, ada beberapa pemaparan materi yang disampaikan. Mula-mula, materi terkait aset disampaikan oleh Richardus Henry Susanto selaku anggota DKKB. 

“Harta benda paroki harus memiliki surat legalisir yang sah secara hukum sesuai dengan ketentuan dari Lembaga Bantuan Hukum. Ada baiknya setiap dewan keuangan paroki memiliki notaris yang membantu untuk mengurus surat-surat kepemilikan aset yang belum sah secara hukum,” tuturnya. 

Kemudian, pemaparan materi dilanjutkan dengan materi terkait pemaparan keuangan yang disampaikan oleh Cicilia Stefani selaku Staf Ekonomat Keuskupan Bogor. Dalam materi tersebut disampaikan tentang laporan keuangan beserta perbandingan laporannya dari tahun 2021 hingga 2023.

Selanjutnya materi terkait kebijakan keuangan disampaikan oleh RD Andreas Arie Susanto. Sebelum memulai pemaparannya, Pastor Arie menyampaikan beberapa unit karya yang membantu Keuskupan Bogor yaitu Percetakan Grafika Mardi Yuana, Yayasan Yatna Yuana Kasih yang terdiri dari RS Misi dan Akademi Keperawatan Yatna Yuana, kemudian ada panti asuhan yang bernaung di bawah Yayasan Yatna Yuana Bogor, serta ada pula Divisi Pengembangan Karya. Lebih lanjut, Pastor Arie turut menyampaikan bahwa paroki-paroki dan keuskupan bekerjasama dalam visi dan misi yang sama agar senantiasa dapat berjalan bersama. 

Dalam kesempatan ini, Pastor Arie meminta agar DKP dapat melaporkan seluruh aset di paroki secara khusus yang masih atas nama perseorangan dan PT. Selain itu pencatatan aset paroki yang dilaporkan setiap enam bulan sekali. Kemudian, Pastor Arie juga mengimbau agar pengisian data LKK dapat tepat waktu dan tepat data. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!