Penyegaran dalam Pelayanan Gereja bagi Seluruh Umat

Loading

Minggu siang 10 Maret 2024, 164 umat memenuhi ruangan GSG lantai 2 mengikuti rekoleksi
bertema Setia Dalam Pelayanan dengan merefleksikan 75th Keuskupan Sufragan Bogor dan 5 th Paroki HKY Jonggol.

Dalam sambutan pembukanya, Romo Paroki, RD Dominikus Savio Tukiyo menyampaikan tujuan rekoleksi ini untuk mengumpulkan kembali semangat atau spirit yang mungkin mulai kendur atau bermasalah dalam pelayanan kita di gereja. Maka perlu ada penyegaran.

Rekoleksi dipandu oleh Romo Yohanes Driyanto (Romo Dri) Vikaris Yudisial Keuskupan Sufragan Bogor, masih dengan gaya khas beliau seperti stand up comedy yang membuat umat tertawa lepas sepanjang acara yang dimulai pukul 10.00 dan diakhiri pukul 16.00.

Romo Dri banyak memberi contoh cerita dan ilustrasi dengan gambar yang memiliki lebih dari satu makna atau bentuk dalam satu gambar yang sama. Makna dan bentuk bisa berbeda tergantung dari sudut pandang cara melihatnya, bayangan mana yang menjadi fokus.

Ilustrasi ini mengingatkan kita agar jangan memandang sesuatu, menyimpulkan sesuatu atau melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa. Seperti yang selama ini terjadi. Mudah curiga, picik, egois, terobsesi hanya mementingkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Hanya mengedepankan hati dan perasaan tanpa menggunakan akal budi. Jangan pula overthinking, hanya mengandalkan otak saja tanpa peduli pada hati dan iman.

Maka kita harus mengubah paradigma atau cara berpikir kita. Mau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas. Melihat seseorang jangan hanya pada kesan pertama atau yang terlihat sekilas saja, tanpa mau menggali ada sesuatu kelebihan pada orang itu (kebijaksanaanya). Melihat sesuatu atau perkara jangan hanya dari sisi kecil tanpa mempertimbangkan dan melihat sisi yang lebih luas. Dalam hal pelayanan, kita melayani sesuai karunia yang kita punya, kita harus setia dalam kondisi apa pun tak hanya ketika bersuka cita.

Ingat kita diberi karunia hidup untuk melayani, bukan dilayani (Matius 20:28: Yesus datang bukan untuk dilayani namun untuk melayani dan memberikan nyawaNya) dan bukan melayani untuk hidup,
kita diberi keselamatan untuk melayani bukan melayani untuk keselamatan.
karena kita harus melakukan pekerjaan baik di dunia
(Efesus 2:10).

Dalam pelayanan, kita harus bisa rendah hati, memaafkan bahkan mengasihi musuh. Kita juga harus bekerja benar, tidak hanya bisa perintah menyuruh orang lain yang bekerja dan memaksakan kehendak sendiri.

Sebelum rekoleksi ditutup dengan ibadat yang dipimpin Romo Pera Arif Sugandi, Romo Paroki merumuskan kesimpulan dari pemaparan Romo Dri dan mengingatkan kembali pertanyaan pada
sesi diskusi kelompok, yaitu hal baik apa yang sudah ada di paroki sebagai ciri khas paroki kita dan apa saja yang perlu dikembangkan dan diperbaiki, bisa disebarkan ke seluruh umat melalui lingkungan. Data atau masukan ini diperlukan bagi gereja untuk mengambil langkah dalam perbaikan pelayanan gereja HKY.

Liputan timkomsos hky Fransiska Fajariani, foto Teddy, Ardo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks