Monsinyur Siprianus Hormat: “Kesederhanaan Monsinyur Michael Adalah Hal yang Terkristal Indah di Dalam Dirinya

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Sebagai bagian dari rangkaian prosesi acara duka yang berlangsung bagi mendiang Mgr Emeritus Cosmas Angkur, pada hari Minggu (22/12/2024) diadakan Misa pada pukul 19.00 WIB bertempat di Kapel Sacra Familia. Misa dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur, didampingi Mgr Adrianus Sunarko, Mgr Siprianus Hormat, RD Yohanes Suparta, dan RD Habel Jadera.

Di awal misa, Monsinyur Paskalis menyapa mendiang Monsinyur Michael. Ia mengatakan bahwa pada saat ini telah hadir Monsinyur Siprianus dan Monsinyur Sunarko. Saat ini, kita tengah merayakan Masa Advent sekaligus mengenang mendiang Monsinyur Michael. Selamat

Dari Rumah Kembali Ke Rumah

“Dari ke rumah kembali ke rumah, mungkin seperti itulah yang dapat menggambarkan keadaan Monsinyur Michael Cosmas Angkur,” tutur Mgr Siprianus Hormat.

Lebih lanjut, Uskup Keuskupan Ruteng tersebut menyampaikan bahwa kesederhanaan Monsinyur Michael adalah hal yang terkristal indah di dalam dirinya. Semua itu menjadi kekuatan dan harta berharga yang Ia bawa kemanapun Ia pergi. Monsinyur Michael memberikan dirinya seutuhnya sesuai dengan nilai Injili yang hidup di dalam dirinya.

Monsinyur Siprianus pun mengenang kembali ketika dulu Ia ingin mengambil keputusan, Ia akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada Monsinyur Michael. Ia masih ingat betul, Monsinyur Michael pernah mengatakan bahwa “kamu telah diurapi dan itu adalah berkat luar biasa dari Tuhan,” kata-kata yang diucapkan Monsinyur Michael tersebut sungguh membekas di hatinya.

Kemudian, Ia pun menyampaikan bahwa nilai-nilai pengajaran yang disampaikan Monsinyur Michael sungguh tidak akan pernah pudar dalam ingatannya. Selain itu, ketaatannya tumbuh seiring perjalanannya di Keuskupan Bogor.

“Peristiwa yang paling saya ingat adalah saat saya memimpin Misa merayakan ulang tahunnya ke-86, Monsinyur Michael memeluk saya sangat erat. Ternyata ada yang mengabadikan momen ini dan menjadikannya objek lukisan yang begitu indah. Kesahajaan beliau seperti seorang bapak yang menerima saya dalam pelukannya,” kenang Monsinyur Siprianus.

Perjalanan yang kita kenang akan Monsinyur Michael turut menjadi luka bagi kita semua. Namun, ketokohannya haruslah menjadi warisan berharga bagi Keuskupan Bogor. Keutamaan Injili yang dimiliki Monsinyur Michael haruslah menjadi warisan yang kita berikan pula kepada orang lain.

“Yang paling mencolok dari dirinya adalah kesahajaan, kerendahan hati dan prinsip. Orang tua ini adalah orang yang sangat memegang teguh pada prinsip yang dia miliki. Prinsip yang tegas namun disampaikan dengan lemah lembut,” tuturnya.

Akhirnya, di akhir homili, Monsinyur Siprianus menyampaikan ucapan selamat jalan pada mendiang Monsinyur Michael.

Kesederhanaan Sesuai Ajaran Fransiskan

“Mungkin saya tidak akan mengenal beliau jika saya tidak masuk kongregasi OFM. Beliau lah yang menerima saya sebagai Postulan dulu dan itu selalu membuat saya berterima kasih kepada beliau,” tutur Mgr Adrianus Sunarko selaku Uskup Keuskupan Pangkalpinang mengawali sambutannya.

Lebih lanjut, Monsinyur Sunarko bercerita tentang saat melamar menjadi Postulan dulu, dirinya belum begitu mengenal OFM namun Monsinyur Michael tetap menerima lamarannya.

Kemudian Monsinyur Sunarko turut mengenang kesederhanaan Monsinyur Michael yang begitu kental berasal dari ajaran Fransiskan.

“Monsinyur Michael adalah kombinasi dari kesederhanaan, visioner dan kontemplatif. Terima kasih Monsinyur Michael,” tutupnya.

Menghormati Rahmat Tahbisan

“Monsinyur Michael adalah pembimbing saya dan saya adalah Projo cetakan Fransiskan,” kenang Mgr Christophorus Tri Harsono yang turut hadir.

Uskup Keuskupan Purwokerto yang merupakan Pastor Diosesan Keuskupan Bogor tersebut pun mengenang didikan Monsinyur Michael saat awal-awal Ia menjalani pendidikan sebagai Frater.

Baginya, Monsinyur Michael adalah sosok yang begitu berperan dalam kehidupan panggilan dirinya. Saat dirinya diangkat sebagai Uskup Purwokerto, Monsinyur Michael sangat terkejut.

Ia pun mengenang bahwa Monsinyur Michael tidak memiliki kekhawatiran di dalam dirinya. Sosok Monsinyur Michael adalah sosok yang sangat menghormati rahmat tahbisan yang Ia terima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Enable Notifications OK No thanks