Wisuda BI WARSEN SSMART 2025: Merayakan Kebermaknaan Usia Lanjut dengan Sukacita

KEUSKUPANBOGOR.ORG — Aula Santo Mikael, Paroki Santo Fransiskus Asisi, Sukasari, dipenuhi suasana haru dan sukacita pada Minggu, 23 November 2025 ketika Wisuda Bina Iman Warga Senior Sehat, Sukacita, Mandiri, Aktif, Religius, dan Tangguh (BI WARSEN SSMART) standar 2 diselenggarakan.

Momen istimewa ini menjadi tonggak perayaan perjalanan para warga senior dalam menjalani program pendampingan lansia yang digagas Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Bogor bekerja sama dengan Bina Iman Lansia (BIL) Paroki Santo Fransiskus Asisi, Sukasari.

Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan penuh Gereja Keuskupan Bogor bagi pertumbuhan dan kesejahteraan para lansia, yang tetap menjadi bagian berharga dalam kehidupan menggereja.

Komitmen Gereja terhadap Martabat Warga Senior

Peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) di Indonesia adalah 74,18 tahun bagi perempuan dan 70,17 tahun bagi laki-laki pada data BPS 2023. Hal tersebut mendorong pemerintah dan masyarakat, termasuk Gereja, untuk memastikan bahwa lansia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih sehat, mandiri, dan bermartabat.

Menjawab tantangan tersebut, PUKAT Keuskupan Bogor mengambil langkah proaktif dengan mengembangkan layanan pendidikan bagi lansia yang terinspirasi oleh Sekolah Lansia BKKBN. Dengan sentuhan spiritualitas Katolik, program ini memadukan pembelajaran iman, pengetahuan kesehatan, latihan praktis pencegahan kepikunan, dan komunitas pendukung.

Program layanan terbagi dalam tiga tingkatan: Pratama, Madya, dan Paripurna, yang dapat dijalankan selama 6–10 bulan. Sejak tahun 2024, program ini dijalankan secara rutin di Paroki Santo Fransiskus Asisi, Sukasari setiap minggu keempat dengan rata-rata 60 peserta.

Lansia Berdaya

Prof Tri Budi .R menyampaikan orasinya tentang Lansia Berdaya (SIDAYA) yang merupakan sebuah program quick wins dan BKKBN Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan memastikan mereka tetap sehat, aktif, produktif, dan merasa aman serta tidak terisolasi.

Lebih lanjut, Prof Tri menyampaikan bahwa program SIDAYA mendorong lansia untuk berpartisipasi dalam kegiatan sesuai minatnya, seperti pelatihan entrepreneurship, kegiatan sosial, keagamaan dan olahraga, serta mendukung para lansia untuk mandiri dan berkontribusi kepada masyarakat.

Puncak Perjalanan Pembelajaran

Wisuda Standar 2 tahun ini menjadi momen penuh makna. Para peserta yang menjalani pembelajaran selama setahun merayakan pencapaian dengan penuh kebanggaan. Sorot mata mereka tampak berbinar, sumringah dan memancarkan rasa syukur atas kesempatan untuk terus bertumbuh dalam usia yang semakin matang.

Dalam sambutannya, Ibu Monica Kusjanti selaku Ketua Umum PUKAT Keuskupan Bogor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penyelenggara kegiatan ini. Ia pun menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi rumah yang merawat dan menghargai martabat para lansia. Beliau mengajak seluruh umat untuk meneladani semangat para warga senior yang tetap tekun, aktif, dan penuh harapan.

Sementara itu, RD Yustinus Dwi Karyanto menyampaikan apresiasi bagi para pendamping dan seluruh tim yang melayani dengan hati. Program ini, menurutnya, bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sebuah gerakan pastoral yang menyentuh aspek terdalam hidup manusia yaitu harapan, iman, dan kebahagiaan.

Usai wisuda, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam homili yang disampaikan, Uskup Keuskupan Bogor tersebut mengatakan bahwa Yesus mengutus semua orang untuk mewartakan kasih-Nya.

“Sama seperti para wisudawan wisudawati BI WARSEN SSMART yang hadir pada hari ini merupakan orang-orang yang diutus sebagai saksi-Nya,” tuturnya.

Sebelum berkat penutup, Bapak Herman Cahyana selaku Koordinator Seksi Bina Iman Lansia Paroki Santo Fransiskus Asisi, Sukasari menyampaikan bahwa program bina iman lansia ini adalah bentuk pemberdayaan lansia dan kepedulian Gereja bagi lansia sebagai satu anggota tubuh Gereja.

WARSEN SSMART, Sebuah Identitas Baru yang Membanggakan

Dalam uji coba dan pengembangan program, PUKAT Keuskupan Bogor memperkenalkan istilah baru: WARSEN SSMART, singkatan dari Warga Senior Sehat, Sukacita, Mandiri, Aktif, Religius, dan Tangguh.

Sebutan Warga Senior diberikan sebagai bentuk penghormatan atas pengalaman, kebijaksanaan, dan peran besar para lansia dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat. Program ini menjadi ruang bagi para lansia untuk bertumbuh dalam iman sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.

Wisuda BI WARSEN SSMART 2025 bukan hanya penanda akhir sebuah program, tetapi sebuah pengingat bahwa setiap tahap kehidupan memiliki kesempatan untuk berkembang dalam kasih Tuhan. Di tengah tantangan fisik dan psikologis yang tak terhindarkan, para warga senior tetap berjalan dengan langkah teguh, sehat, sukacita, mandiri, aktif, religius, dan tangguh. Para warga senior menunjukkan kepada kita bahwa usia bukan batas untuk belajar, mencintai, dan memberi diri secara utuh.

Semoga Gereja Katolik dan masyarakat semakin tergerak untuk menciptakan ruang yang bermakna bagi para lansia, agar mereka senantiasa dihargai, diberdayakan, dan dicintai sebagai bagian tak terpisahkan dari Tubuh Kristus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses