Di penghujung tahun 2025, Komisi Kateketik Keuskupan Bogor menyelenggarakan Pelatihan Pendamping SEKAMI Anak. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 15 dan 22 November 2025 di Aula Lt.4 Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor. Dimulai pada pukul 9.30 – 16.30, pelatihan ini dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan paroki-paroki se-Keuskupan Bogor dan di dominasi oleh orang-orang muda.
Pelatihan ini dibuka oleh Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Bogor – RD. Andreas Bramantyo. Pastor Andre mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pembinaan untuk para katekis, sebagaimana yang dituliskan dalam Petunjuk untuk Katekese no. 417. Dalam konteks ini, pembinaan dilakukan untuk para pendamping bina iman anak atau animator SEKAMI anak. Kedepannya, Pastor Andre menyampaikan adanya upaya dari Komkat untuk mengadakan pelatihan para pendamping iman ini sesuai dengan jenjang usia umat yang dilayani, yaitu remaja, orang muda, orang dewasa, bahkan sampai lanjut usia. Selain itu, hadir pula RD. Yosef Irianto Segu – Ketua KMKI Keuskupan Bogor yang turut memberikan dukungan kepada para peserta, yang juga terdiri dari para animator KMKI. Dalam sambutannya, Romo Segu menyambut baik pelatihan ini dan semoga pelatihan yang dilakukan ini, juga menambah keterampilan bagi para animator KMKI.
Pertemuan pertama pada tanggal 15 November menghadirkan Ibu Dr. Yap Fu Lan dan Monica Apriyani. Ibu Fu Lan memberikan materi tentang Ajaran Gereja tentang Pendidikan Iman Anak. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan iman anak yang perlu diupayakan terus menerus yang sejalan dengan apa yang dituliskan dalam ajaran gereja. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Monica Apriyani tentang Katekese untuk Anak. Kak Monic menyampaikan apa itu katekese anak serta bagaimana membuat proses katekese khusus untuk anak-anak. Hari pertama pelatihan ditutup dengan diskusi kelompok peserta untuk membuat sebuah program katekese, namun sebelumnya Tim Komkat menampilkan role play tentang katekese yang tepat dan kurang tepat untuk anak. Hal ini dihadirkan sehingga peserta mempu menganalisis proses katekese dan menyusun sebuah katekese yang benar.
Pada pertemuan kedua, tanggal 22 November 2025 dihadirkan Bapak Edy Setya Pambudi,MA.,Psi. Beliau menyampaikan pengetahuan mengenai anak-anak disabilitas, secara khusus mental intelektual dan bagaimana cara menanganinya dalam proses pendampingan iman anak. Pak Edi juga memaparkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika sedang menghadapi anak dengan disabilitas mental intelektual dalam sebuah proses katekese. Lalu, pertemuan hari terakhir ini ditutup dengan praktik berkatekese anak yang dilakukan oleh tiap kelompok peserta. Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok dan menampilkan hasil kerjanya dalam bentuk role play.
Rangkaian acara ini ditutup dengan refleksi singkat dari para peserta pelatihan. Kami berharap bahwa pelatihan ini memberikan tambahan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan para katekis dan juga animator yang ada di Keuskupan Bogor. Tahun depan, Komkat akan kembali mengundang para peserta untuk hadir dan menindaklanjuti apa yang sudah didapatkan dari pelatihan ini. Sampai bertemu di tahun depan. Selamat berkatekese!
Penulis: Tim Komkat Keuskupan Bogor





